![]() |
| Korban penipuan melapor ke Polres kepulauan Selayar (Photo: Istimewa) |
Kasus ini kini ditangani Polres Kepulauan Selayar setelah laporan masuk ke SPKT pada Rabu (11/2/2026).
Korban berinisial A.K. (51), ASN yang bertugas di wilayah Bontosikuyu, menjadi sasaran pelaku yang nekat mengaku dari Kementerian Kesehatan RI. Modusnya klasik tapi masih memakan korban: dalih sinkronisasi data tenaga kesehatan.
Peristiwa itu terjadi Selasa (10/2) sekitar pukul 12.30 WITA. Lewat sambungan telepon, pelaku meyakinkan korban untuk mengikuti proses yang disebut-sebut sebagai pembaruan data.
Tak lama berselang, korban mulai curiga. Data pribadi di ponselnya diduga sudah diakses. Saat dicek lewat aplikasi BRImo dan Wonder BNI, saldo di dua rekening itu sudah berkurang drastis. Total kerugian mencapai Rp20.800.000.
Kasat Reskrim Polres Kepulauan Selayar IPTU Sukarman, S.H., M.H. membenarkan laporan tersebut.
“Kami sudah menerima laporan dan melakukan pemeriksaan awal terhadap pelapor. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap identitas dan modus pelaku,” ujarnya.
Menurut Sukarman, praktik penipuan online biasanya dilakukan secara terorganisir. Pelaku memiliki kemampuan teknologi informasi yang mumpuni dan bergerak lintas daerah.
Bahkan, belum lama ini tim penyidik sempat bergerak ke Batam setelah melacak keberadaan terduga pelaku. Namun saat tiba di lokasi, pelaku diduga sudah kabur ke wilayah Manado.
“Penipuan online ini biasanya terorganisir dengan kemampuan IT yang kuat. Tapi kita tidak boleh kalah. Ini harus kita lawan bersama,” tegasnya.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memberikan data pribadi, kode OTP, maupun informasi perbankan kepada siapapun, termasuk yang mengaku dari instansi pemerintah.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan online di Selayar. Aparat memastikan proses hukum terus berjalan, sembari meningkatkan edukasi agar warga tak menjadi korban berikutnya. (*)




