![]() |
| Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kepulauan Selayar berikan sambutan dalam acara Syawalan 1447 H di gedung PUSDAM (Photo: AR/realitynews) |
Acara ini mengangkat tema “Penguatan Peran Muhammadiyah Transportasi Spiritual dan Sosial“ menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah serta saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. Muchtar, MM, mantan Wakil Bupati H. Saiful Arif, SH, Ketua PDM Drs. Abdullah, M.Pd, jajaran pimpinan Muhammadiyah, civitas akademika ITSBM, hingga pengurus organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kepulauan Selayar, Abdullah, menegaskan bahwa inti dari Syawalan adalah saling memaafkan dan meningkatkan kualitas diri setelah Ramadhan. Ia mengutip nilai-nilai dalam Al-Qur’an, khususnya Surah Ali Imran ayat 134, yang menekankan pentingnya berbuat baik, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain.
“Setelah Ramadan, kita diharapkan mampu meningkatkan sikap pemaaf, menahan amarah, serta memperbanyak infak baik dalam kondisi lapang maupun sempit,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas spiritual melalui berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya dengan mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan PDM Kepulauan Selayar. Pengajian tersebut, kata dia, telah berlangsung ratusan kali dan akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.
Selain itu, Abdullah turut menginformasikan sejumlah program Muhammadiyah, seperti pengembangan Muhammadiyah Boarding School (MBS) yang diharapkan menjadi cikal bakal pesantren Muhammadiyah di Selayar. Program ini menyasar pelajar di lingkungan perguruan Muhammadiyah sebagai upaya pembinaan generasi muda.
Tak hanya itu, PDM juga tengah mempersiapkan program kurban bersama yang akan dilaksanakan dalam waktu sekitar dua bulan ke depan. Ia berharap partisipasi masyarakat dalam berkurban tahun ini dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Di akhir sambutannya, Abdullah mengingatkan pentingnya menjaga amalan baik yang telah dilakukan selama Ramadan, seperti membaca dan mengamalkan Al-Qur’an serta menjaga salat berjamaah.
“Kebiasaan baik selama Ramadan jangan berhenti di bulan Syawal, tetapi harus terus ditingkatkan di bulan-bulan berikutnya,” pungkasnya.
Disela sambutan itu, PDM juga sangat mengapresiasi kinerja panitia pelaksana yang telah sukses menyiapkan penyelenggaraan acara Syawalan dalam waktu yang sangat singkat dan pendanaan yang secukupnya (AR)




