![]() |
| Canda tawa Pangdam XIV Hasanuddin bersama pemilik RTLH beserta warga lainya di Pulau Gusung Desa Kahu Kahu Selayar (Photo: Ist) |
Perjalanan itu bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Dari arah utara, rombongan harus mengitari seluruh Pulau Gusung untuk menjangkau sasaran rumah tidak layak huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1415/Selayar. Rumah yang dahulu hanya berupa gubuk kecil tak terurus dan lama tak tersentuh bantuan, kini telah berdiri lebih layak sebagai tempat bernaung bagi penghuninya.
Di atas perahu kayu yang membelah laut Selayar, Bangun Nawoko didampingi para asisten Kodam XIV/Hasanuddin, sejumlah perwira tinggi, serta Komandan Kodim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto bersama jajaran perwira dan staf Kodim. Ombak dan angin laut mengiringi perjalanan menuju pulau kecil yang dihuni warga pesisir tersebut.
Pulau Gusung menjadi tempat tinggal keluarga Daeng Tutu yang selama puluhan tahun menetap di lahan milik TNI AD. Mereka hidup dari hasil kelapa dan tangkapan laut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kedatangan jenderal bintang dua itu menjadi momen berharga bagi warga Desa Kahu-Kahu. Anak-anak, nelayan, hingga orang tua berkumpul di bibir pantai menyambut rombongan dengan wajah penuh antusias. Dalam suasana hangat itu, Pangdam membagikan makanan ringan kepada anak-anak dan warga sebagai buah tangan dari perjalanan tersebut.
![]() |
| Lokasi Sasaran RTLH Program TMMD 128 Kodim 1415 Selayar di Pulau Gusung Desa Kahu-Kahu (Photo: Istimewa) |
Kunjungan itu menjadi bagian dari peninjauan langsung hasil pekerjaan personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar di wilayah kepulauan, sekaligus menunjukkan kepedulian TNI terhadap masyarakat di daerah terpencil yang masih membutuhkan perhatian pembangunan dan infrastruktur dasar.
Setibanya di lokasi, rombongan meninjau rumah milik Ibu Bunga yang telah direhabilitasi melalui program TMMD. Rumah yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni kini berubah menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Dinding rumah yang lapuk telah diganti, atap bocor diperbaiki, dapur dibangun ulang, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) disediakan. Rumah tersebut juga telah dilengkapi penerangan tenaga surya atau solar cell sebagai sumber energi alternatif bagi keluarga penerima bantuan.
Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Bangun Nawoko mengapresiasi semangat gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat yang bersama-sama menyelesaikan pembangunan rumah tersebut. Menurut dia, kebersamaan TNI dan rakyat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pembangunan hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan.
![]() |
| Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko bawakan ole-ole untuk anak nelayan pulau Gusung (Photo: Ist) |
Suasana kunjungan semakin cair ketika Pangdam berbincang dengan warga. Ia menjelaskan bahwa panglima sesungguhnya di tengah masyarakat adalah prajurit Babinsa yang setiap hari hadir bersama warga.
“jadi diorganisi militer itu ada namanya pangdam, pangdam itu adalah yang paling tinggi jabatan dan pangkatnya untuk di sulawesi ini begitu. tetapi panglima panglima sesungguhnya itu kayak babinsa, komandan komandanan lapangan panglima panglima lapangan. Nah seperti ini tahunya dari mana? Informasi dari babinsa pastinya,” ujarnya.
Setelah itu, Mayjend TNI Bangun Nawoko mengajak Babinsa Desa Kahu-Kahu, Sertu Riswan, menyanyikan lagu tentang Babinsa dengan penuh semangat. Tawa warga pun pecah ketika salah seorang warga mengaku baru mengetahui arti jabatan panglima setelah mendengar penjelasan tersebut.
Di tengah terik matahari pesisir barat Pulau Gusung, suasana hangat terus terasa. Pangdam bersama Dandim dan rombongan menikmati suguhan kopi hitam dan pisang goreng hangat dari pemilik rumah sambil memandang laut Selayar yang tampak biru dan bersih.
![]() |
| Rangkulan kasih sayang dari Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko kepada pemilik Rumah Bantuan RTLH di Pulau Gusung Desa Kahu-Kahu (Photo: Ist) |
Kunjungan itu menjadi gambaran bahwa kehadiran TNI tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat melalui pembangunan yang langsung menjawab kebutuhan warga di wilayah kepulauan.
Penulis: Andi Rusman







