Koin berusia sekitar 128 tahun tersebut ditemukan secara tidak sengaja saat seorang warga membersihkan kebun di halaman belakang rumahnya sekaligus memperbaiki pagar.
Saat mengais tanah menggunakan alat bergigi besi menyerupai cangkul, benda berbentuk bundar tampak muncul dari gumpalan tanah. Karena penasaran, warga kemudian memungut dan membersihkannya menggunakan sabun.
Setelah bersih, terlihat jelas tulisan "UNITED STATES OF AMERICA", nominal "TEN D" atau 10 Dollar, serta tahun penerbitan 1898. Temuan itu memunculkan dugaan bahwa benda tersebut merupakan salah satu koin emas klasik Amerika Serikat yang banyak diburu kolektor di berbagai negara.
Secara fisik, koin menunjukkan tanda-tanda keausan yang wajar sebagai koin yang pernah beredar. Permukaannya dipenuhi goresan halus dan kilau asli hasil percetakan telah banyak memudar akibat usia maupun penggunaan.
Yang menarik, pada bagian tepi koin di posisi pukul 12 terlihat bekas lubang gantungan atau sisa solder. Temuan ini mengindikasikan bahwa koin tersebut diduga pernah dijadikan liontin atau perhiasan.
Dalam dunia numismatik, kondisi ex-jewelry seperti ini umumnya mempengaruhi nilai koleksi karena bentuk asli koin telah mengalami modifikasi.
Liberty Head Eagle Gold merupakan salah satu mata uang emas resmi paling ikonik yang pernah diterbitkan Amerika Serikat. Koin ini memiliki berat sekitar 16,7 gram dengan kandungan emas 90 persen atau setara 21,6 karat.
Pada sisi depan terdapat gambar kepala Liberty bermahkota, sedangkan sisi belakang menampilkan burung elang dengan perisai di bagian dada. Seri Liberty Head Eagle diproduksi antara 1838 hingga 1907.
Khusus edisi tahun 1898, Philadelphia Mint mencetak sebanyak 812.130 keping. Meski jumlah produksinya tergolong besar, sebagian besar koin digunakan dalam perdagangan internasional pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 sebelum kembali ke pasar koleksi.
Dalam bukunya A Guide Book of Gold Eagle Coins (2017), pakar numismatik Dave Bowers memperkirakan sekitar 7.500 keping koin tahun 1898 masih bertahan dalam kondisi Mint State. Namun, sebagian besar berada pada kualitas lebih rendah akibat penyimpanan dalam kantong kain selama puluhan tahun.
Berapa Nilai Koin Ini?
![]() |
| Tangkapan layar website pcgs.com |
Nilai sebuah Liberty Head Eagle Gold sangat bergantung pada tingkat keaslian, kondisi fisik, riwayat penyimpanan, serta hasil penilaian (grading) dari lembaga independen.
Menurut NGC Price Guide per Agustus 2026, koin emas 10 Dollar Liberty Head tahun 1898 dalam kondisi bekas pakai (circulated) diperkirakan bernilai antara US$2.100 hingga US$2.175, atau sekitar Rp37,8 juta hingga Rp39,2 juta dengan kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS.
Sementara itu, untuk koin 1898-S Liberty Head Gold Eagle yang masih berada dalam kondisi Mint State atau nyaris sempurna dan belum pernah beredar, harga di pasar koleksi internasional dapat mencapai US$48.500, atau setara sekitar Rp873 juta berdasarkan kurs saat ini.
Namun, nilai tersebut tidak bisa langsung disamakan dengan koin yang ditemukan di Selayar. Koin yang ditemukan menunjukkan tanda-tanda pernah digunakan bahkan diduga sempat dijadikan perhiasan, sehingga kondisi tersebut dapat mempengaruhi nilai koleksinya secara signifikan.
Selain itu, keaslian material, kadar emas, serta tingkat kelangkaannya masih harus dipastikan melalui proses autentikasi dan grading oleh lembaga profesional seperti Professional Coin Grading Service (PCGS) atau Numismatic Guaranty Company (NGC).
Hingga saat ini belum ada pemeriksaan resmi yang memastikan apakah koin yang ditemukan di Matalalang merupakan koin emas asli keluaran Philadelphia Mint tahun 1898 atau replika. Jika terbukti autentik, temuan tersebut berpotensi menjadi salah satu penemuan benda numismatik paling menarik yang pernah ditemukan di Kabupaten Kepulauan Selayar. (AR)





