Notification

×

Iklan

Iklan

Lawan Kobaran Api di Atas Bukit, Prajurit Kodim 1415 Selayar Sampai Terluka Parah

Kamis, Agustus 27, 2026 | 01.35 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-26T17:35:39Z

 

Personil Kodim 1415 Selayar padamkan api di perbukitan terjal bersama warga dengan dahan pohon (Photo:;Tim/Realitynews.web.id) 


Realitynews.web.id | SELAYAR – Kebakaran lahan perkebunan kelapa terjadi di Dusun Balang Sembo, Kelurahan Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (26/8/2026) malam.


Api membakar lahan perkebunan kelapa yang sudah tidak terawat dengan luas sekitar satu hektare. Titik api berada di atas perbukitan dengan medan yang sangat terjal, miring dan dipenuhi bebatuan tajam.


Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak mudah. Bahkan, jalur menuju titik api harus dilalui dengan menyeberangi sungai sebelum personel dapat mencapai lokasi kebakaran.


Mendapat laporan adanya kebakaran, personel Kodim 1415/Selayar bergerak cepat bersama warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Respons cepat dilakukan karena kobaran api berada di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.


Berjibaku di Medan Terjal


Personil Kodim 1415 selayar bersma warga dipimipin Danramil Kapten Inf. Haerudin Rasyid berusaha mendaki Bukit terjal mendekati titik api (Photo: Tim Realitynews.web.id) 

Sekitar pukul 20.25 Wita, Danramil 1415-01/Bontosikuyu, anggota Unit Inteldim 1415/Selayar bersama Babinsa Kelurahan Putabangun dan sejumlah warga mulai melakukan upaya pemadaman secara manual.


Peralatan yang terbatas menjadi salah satu kendala. Personel harus bergerak menyusuri medan berbatu dan sangat miring untuk mendekati titik api. Hembusan angin yang cukup kencang juga membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.


Panas dari api yang semakin membara menjadi tantangan lain. Kobaran api bahkan terus menjalar di area perkebunan yang kering sehingga personel harus mengatur strategi agar api tidak kembali membesar dan merembet ke kawasan lain.


Dalam proses pemadaman tersebut, seorang personel Kodim 1415/Selayar, Serda Hasril mengalami luka cukup serius setelah terkena benturan keras batu gunung yang menggelinding dari atas bukit di titik api berkobar. 


Batu tersebut menghantam kaki kanan korban dengan keras hingga menembus celana dan merobek kulit. Luka tersebut bahkan mencapai bagian yang cukup dalam hingga mendekati tulang.


Meski menghadapi kondisi tersebut, personel TNI bersama warga tetap melanjutkan upaya pemadaman hingga api benar-benar dapat dikendalikan.


Api Berhasil Dipadamkan Total


Prajurit TNI Kodim 1415 Selayar, Serda Hasil menajdi korban saat aksi pemadam api, telah menjalani perawatan di RSUD KH. H Hayyung (Photo: Tim/realitynews) 

Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.53 Wita.


Kondisi medan yang terjal, hembusan angin, panas api, serta minimnya peralatan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Namun, tekad dan semangat personel TNI bersama sejumlah warga akhirnya membuahkan hasil.


Kobaran api berhasil dipadamkan secara total sehingga tidak lagi mengancam permukiman warga yang berada di bawah perbukitan.


Warga yang sebelumnya diliputi kekhawatiran akhirnya dapat bernapas lega setelah memastikan api tidak lagi menyala dan berpotensi merembet ke permukiman.


Babinsa Kelurahan Putabangun, Serda Rusliandi, mengatakan upaya pemadaman dilakukan dengan cepat setelah menerima informasi dari warga mengenai munculnya titik api di atas bukit.


Menurutnya, kondisi medan menjadi tantangan utama karena lokasi kebakaran sulit dijangkau, sementara titik api berada di kawasan perbukitan yang curam dan berbatu.


"Kondisi medan sangat terjal. Untuk menuju titik api, kami harus menyeberangi sungai dan kemudian naik ke atas bukit yang sangat miring dan berbatu," kata Rusliandi saat ditemui di lokasi.


Ia mengatakan personel Kodim 1415/Selayar bersama warga terus berupaya mencari titik yang paling memungkinkan untuk melakukan pemadaman.


"Kami menggunakan peralatan yang ada. Yang paling penting bagaimana api bisa segera dipadamkan agar tidak merembet ke bawah, karena ada rumah warga," ujarnya.


Kebakaran tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 19.40 Wita setelah melihat nyala api di atas bukit yang berada di depan permukiman.


Warga kemudian menghubungi Babinsa dan Kepala Lingkungan. Personel Kodim 1415/Selayar selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.


Lahan perkebunan kelapa yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Hingga api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan.


Pihak Kodim 1415/Selayar juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan.


Pemantauan di sekitar lokasi juga dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api baru yang dapat kembali memicu kebakaran. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update