Notification

×

Iklan

Iklan

Heboh Subuh di Pantai Baloiya, Warga Temukan Alat Asing Berteknologi Tinggi di Air Laut

Jumat, Februari 27, 2026 | 20.42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T12:42:20Z

Perangkat elektronik berteknologi tinggi berbentuk silinder ditemukan warga Tanabau Selayar (Photo: Tim/realitynews.web.id) 

Realitynews.web.id | SELAYAR – Warga pesisir Pantai Baloiya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan temuan benda asing berbentuk silinder kaca pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 05.300 WITA.


Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh warga Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, saat menyisir pantai untuk mencari jaring ikan yang hanyut. Foto dan video singkat yang diterima redaksi realitynews.web.id memperlihatkan sebuah tabung kaca transparan berdiameter sekitar 40–50 sentimeter, dengan komponen elektronik tersusun rapi di dalamnya.


Di bagian luar, silinder kaca itu dilapisi pelindung berwarna oranye serta dilengkapi tiga kabel kedap air yang masih terpasang. Kondisinya tampak kotor dan berkarat, mengindikasikan benda tersebut kemungkinan telah lama terendam di laut.


Tulisan VITROVEX terlihat jelas pada bagian bawah kubah kaca. VITROVEX dikenal sebagai material kaca borosilikat bertekanan tinggi yang lazim digunakan sebagai rumah pelindung instrumen elektronik sensitif di lingkungan ekstrem, termasuk laut dalam.


Di dalam kubah kaca transparan itu tampak papan sirkuit (PCB) berwarna hijau, kabel, serta sejumlah sensor yang dirancang untuk beroperasi di bawah tekanan air sangat tinggi. Desain kubah memungkinkan visibilitas optimal sekaligus menjaga kestabilan tekanan.


Secara visual, perangkat tersebut diduga merupakan bagian dari instrumen penelitian kelautan, sistem pemantauan bawah laut, atau bahkan komponen detektor partikel seperti modul teleskop bawah air. Alat serupa pernah digunakan dalam proyek ilmiah berskala besar untuk mendeteksi partikel neutrino di perairan dalam yang jernih, di mana modul-modulnya diturunkan hingga kedalaman ekstrem dan dirangkai dalam jaringan detektor raksasa.


Material VITROVEX sendiri diproduksi oleh perusahaan Jerman, Nautilus Marine Service GmbH, yang dikenal sebagai spesialis wadah instrumen laut dalam bertekanan tinggi sejak 1985. Produk mereka mampu menahan tekanan hingga 1.200 bar, tergantung ketebalan dinding dan diameter kaca, serta digunakan oleh berbagai fasilitas riset kelautan dunia.


Saat ini, benda misterius tersebut diamankan di kolong rumah Syahrul, warga Tanabau, Desa Bontosunggu. Syahrul menyebutkan, alat itu ditemukan saudaranya bersama seorang rekannya saat mencari jaring ikan yang hanyut di sekitar Pantai Baloiya.


“Benda aneh itu ditemukan masih di dalam air dengan kedalaman selutut orang dewasa. Kakak saya bersama temannya yang hendak mencari jaring ikan melihatnya, lalu menggotongnya karena cukup berat,” ujar Syahrul saat dikonfirmasi.


Menurutnya, berat benda tersebut diperkirakan mencapai sekitar 40 kilogram dengan diameter silinder sekitar 50 sentimeter.


Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai asal-usul maupun fungsi pasti perangkat tersebut. Namun temuan ini memunculkan spekulasi: apakah benda itu bagian dari proyek riset internasional yang terlepas, perangkat pemantauan laut dalam, atau instrumen ilmiah yang hanyut akibat arus laut?


Yang jelas, kemunculan perangkat berteknologi tinggi di pesisir Selayar pada dini hari itu menyisakan tanda tanya besar — sekaligus menambah daftar misteri yang terseret arus laut ke tepian Sulawesi Selatan. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update