Notification

×

Iklan

Iklan

Saat Gerakan Indonesia ASRI Digencarkan, Warga Bontoharu Buang Sampah di Sungai

Sabtu, Februari 14, 2026 | 14.59 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-14T06:59:01Z

 

Beragam jenis sampah limbah rumah tangga dibuang ke sungai Balang Sangrangang Kelurahan Bontobangun Kecamatan Bontoharu (Photo: Tim/realitynews.web.id) 


Realitynews.web.id | SELAYAR – Masalah sampah di Kabupaten Kepulauan Selayar kembali jadi sorotan. Di tengah berbagai upaya edukasi dan kampanye kebersihan, sebagian warga masih kedapatan membuang limbah rumah tangga ke sungai.


Pantauan awak media di Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, menunjukkan tumpukan sampah rumah tangga seperti botol deterjen, kantong plastik, tisu, kaleng minuman, styrofoam, hingga kardus dibuang langsung ke aliran sungai. Kondisi ini terjadi setelah lokasi pembuangan sampah sebelumnya dipasang papan larangan.


Akibatnya, Sungai Balang Sangrangan yang sebelumnya dikenal masih asri kini terancam tercemar limbah rumah tangga. Jika dibiarkan, pencemaran dinilai bisa berdampak pada ekosistem sungai hingga kawasan pesisir.


Berbagai organisasi peduli lingkungan bersama pemerintah daerah dan pusat sebelumnya telah melakukan sosialisasi terkait pentingnya pengelolaan sampah. Namun, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dinilai masih menjadi hambatan utama dalam penanganan persoalan ini.


Sampah limbah rumah tangga dibuang di sungai Sangai Sangrangang (Photo: Tim/realitynews.web.id) 

Di tengah dorongan pemerintah pusat melalui gerakan Indonesia ASRI yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, persoalan sampah di daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.


Forum Peduli Lingkungan Kepulauan Selayar menilai persoalan ini bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif warga. Menurut mereka, dampak pencemaran lingkungan pada akhirnya akan kembali dirasakan manusia sendiri.


Forum tersebut juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat regulasi serta menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan di rumah tangga, proses pengangkutan, hingga pengolahan di tempat pembuangan akhir (TPA).


Tanpa langkah konkret dan kesadaran bersama, persoalan sampah dikhawatirkan terus berulang dan mengancam kualitas lingkungan di Kepulauan Selayar. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update