![]() |
| Taruna STPN Yogyakarta ikuti Latsardis Tahun 2026 digelar di Lapangan Resimen Induk Kodam (Rindam) IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah (Photo: Istimewa) |
Komandan Rindam IV/Diponegoro Brigjen TNI Hindratno Devidanto mengatakan, Latsardis dirancang untuk menanamkan nilai disiplin, akhlak, dan daya juang tinggi kepada para taruna sebagai bekal selama menempuh pendidikan hingga terjun langsung ke lapangan kerja.
“Pelatihan ini bertujuan agar para taruna mampu menjalani pendidikan dengan baik dan siap menghadapi tantangan. Jika ada rintangan, mereka diharapkan mampu bertahan dan melihatnya sebagai tantangan, bukan hambatan,” ujar Hindratno dalam keterangannya.
Ia juga menyinggung momentum bonus demografi Indonesia pada 2045, di mana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi. Menurutnya, peluang besar tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dari sisi pengetahuan, tetapi juga mental disiplin dan ketangguhan.
“Selama pelatihan, kegiatan diatur ketat sejak bangun pagi hingga istirahat malam. Mereka dilatih disiplin, saling menghargai, solidaritas, kekompakan, dan kepercayaan diri agar mampu menjalani pendidikan dengan optimal,” katanya.
Sementara itu, Ketua STPN Sri Yanti Achmad menjelaskan, Latsardis telah berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 2–6 Februari 2026. Ia berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter taruna yang berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kompetensi mumpuni.
“Setelah mengikuti Latsardis, kami harapkan taruna memiliki integritas yang kuat, kepemimpinan yang baik, serta kompetensi yang seimbang sehingga kelak dapat mengabdi dan bekerja lebih profesional,” ujar Sri Yanti.
Menurutnya, Taruna STPN merupakan aset penting bagi masa depan sektor pertanahan dan tata ruang nasional. Karena itu, kemampuan pemecahan masalah juga menjadi salah satu fokus pelatihan.
“Dalam Latsardis ini mereka juga dilatih problem solving sebagai bekal selama pendidikan hingga saat terjun ke lapangan,” tambahnya.
Selama kegiatan, para taruna menerima berbagai materi, mulai dari wawasan kebangsaan, Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD), Peraturan Baris-Berbaris (PBB), deradikalisasi, kepemimpinan, problem solving, hingga pelatihan survival. Seluruh rangkaian pelatihan dibina langsung oleh Bintara dan Perwira Rindam IV/Diponegoro.
Salah satu peserta Latsardis, Gabriel Nametaka Harap (18), taruna baru Program Studi Survei, Pengukuran, dan Informasi Pertanahan (SPIP), mengaku termotivasi mengikuti kegiatan tersebut. Taruna asal Kalimantan Tengah ini bercita-cita berkarir di bidang pertanahan dan mendukung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
“Saya terinspirasi dari kakak saya yang bekerja di BPN. Setelah Latsardis ini, saya berharap bisa lebih disiplin, taat waktu, dan mampu mengatur kegiatan serta studi dengan lebih baik,” tuturnya. (*)




