![]() |
| KM Balibo sandar di pelabuhan Pamatata setelah alami kerusakan mesin dan terseret arus gelombang saat melayani rute penyebrangan Selayar Bulukumba (Photo: Istimewa) |
Berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi yang dihimpun, kapal bertolak dari Pelabuhan Pamatata sekitar pukul 10.00 Wita dengan mengangkut ratusan penumpang serta puluhan kendaraan roda dua dan roda empat.
Namun, beberapa menit setelah keluar dari kolam pelabuhan, kapal mengalami kesulitan menghadapi arus dan terpaan angin. KM Balibo terlihat terombang-ambing hingga akhirnya nakhoda memutuskan memutar haluan kembali ke Pelabuhan Pamatata demi keselamatan pelayaran.
Momen tersebut sempat disiarkan secara langsung melalui media sosial oleh salah seorang penumpang. Dalam siaran itu terlihat suasana di atas kapal yang dipenuhi kepanikan.
"Awalnya saya merasa ada yang tidak beres dengan perjalanan kali ini. Kapal berguncang cukup keras dan seperti terseret arus. Banyak penumpang yang terdengar menangis di atas dek kapal," ujar penumpang tersebut.
Ia mengatakan keputusan nakhoda untuk kembali ke pelabuhan membuat para penumpang sedikit lega karena kapal masih dapat dikendalikan.
"Syukurlah kapal masih bisa dikendalikan dan langsung berputar balik menuju Pelabuhan Pamatata," katanya.
Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan kapal diduga mengalami kendala pada sistem penggerak sehingga tidak mampu melawan arus dan angin yang cukup kuat. Meski demikian, informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum mendapat konfirmasi dari pihak operator kapal maupun instansi terkait.
Di sisi lain, kondisi cuaca di perairan Selat Bira memang dilaporkan kurang bersahabat. Angin bertiup cukup kencang disertai gelombang yang membuat pelayaran menjadi lebih berisiko.
Akibat kejadian itu, seluruh penumpang diturunkan kembali di Dermaga Pamatata. Mereka diinformasikan akan menunggu kapal lain untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Bira.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KM Balibo, operator kapal, maupun otoritas pelabuhan terkait penyebab pasti kapal batal melanjutkan pelayaran. (AR)




