![]() |
| Update data korban kapal Karam KM Nurul Salsa (Photo: Ist) |
KM Nurul Salsa yang melayani rute Pasimasunggu-Benteng Selayar tenggelam setelah mengalami mati mesin dan diterjang gelombang tinggi pada Rabu (15/7). Air dilaporkan masuk ke ruang mesin hingga kapal akhirnya karam.
Operasi pencarian masih dilakukan Basarnas, TNI AL, Sat Polairud Polres Kepulauan Selayar, serta unsur SAR gabungan.
Kasat Polairud Polres Kepulauan Selayar Iptu Amat Soedachlan mengatakan kapal sebelumnya sempat direncanakan ditarik menuju Jampea setelah mengalami kerusakan mesin.
"Penumpang sudah dievakuasi di Dermaga Jampea," kata Amat saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan manifest sementara yang bersumber dari agen kapal, jumlah penumpang tercatat 45 orang. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia, 25 orang berhasil diselamatkan, sementara 19 lainnya belum ditemukan.
Korban meninggal diketahui bernama Salmawati (34). Selain itu, lima penumpang dilaporkan selamat setelah dievakuasi kapal nelayan menuju Pulau Polassi.
Namun, data tersebut berbeda dengan hasil pendataan Posko Informasi Kecamatan Pasimasunggu yang terus diperbarui berdasarkan hasil evakuasi, keterangan awak kapal, serta laporan masyarakat.
Dalam pembaruan data per Kamis (16/7/2026), sebanyak 46 orang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, dan 27 orang masih dalam pencarian.
Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi mengatakan sebanyak 17 orang yang masih dicari merupakan penumpang yang tercantum dalam manifest kapal. Sementara 10 orang lainnya diduga ikut berlayar berdasarkan laporan keluarga, namun belum tercatat dalam daftar manifest.
"Dalam proses validasi, data korban masih terus diperbarui berdasarkan manifest kapal, hasil evakuasi, keterangan awak kapal, dan laporan masyarakat. Karena itu jumlah maupun identitas korban masih dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan," ujar Suardi.
Data Manifest Berbeda
Perbedaan data juga terlihat dari dua dokumen yang beredar, yakni manifest dari agen kapal dan daftar penumpang yang dihimpun Puskesmas Benteng Jampea.
Manifest agen kapal mencatat total 45 penumpang dengan rincian 25 orang ditemukan selamat, lima orang dievakuasi ke Pulau Polassi, satu korban meninggal, serta 19 orang belum ditemukan.
Sementara data Puskesmas Benteng Jampea mencatat delapan anak buah kapal (ABK), 25 penumpang yang telah terlayani, 17 penumpang manifest yang belum ditemukan, serta sembilan orang yang dilaporkan ikut berlayar namun tidak tercantum dalam manifest.
Jika seluruh data tersebut digabungkan, jumlah orang yang didata mencapai 59 orang, jauh lebih banyak dibanding manifest awal.
Selain perbedaan jumlah penumpang, ditemukan pula sejumlah ketidaksesuaian identitas. Beberapa nama ditulis berbeda, seperti Cia/Ciya, Asman/Asmang, Junaedi/Junardi, serta Mudang/Madang. Perbedaan usia juga ditemukan pada sejumlah nama, di antaranya Malida yang tercatat berusia 31 tahun pada satu dokumen dan 71 tahun pada dokumen lainnya, serta Naura yang tercatat berusia 13 tahun dan 17 tahun.
Pada manifest agen kapal bahkan terdapat satu nomor urut kosong di daftar penumpang sehingga semakin menyulitkan proses pencocokan data.
Hingga kini aparat masih melakukan validasi untuk memastikan jumlah penumpang sebenarnya sekaligus mengidentifikasi seluruh korban. Proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan juga masih berlangsung di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa.(*)




