Pertunjukan tersebut merupakan kolaborasi personel Kodim 1415/Selayar dengan Perguruan Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Atraksi bela diri itu ditampilkan setelah upacara selesai sekitar pukul 10.37 WITA dan mendapat perhatian dari peserta maupun tamu undangan.
Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto mengatakan, demonstrasi tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan pencak silat sebagai salah satu budaya asli Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pencak silat ini merupakan budaya asli bangsa Indonesia. Jadi kita ingin mengenalkan dan mengingatkan kembali kepada generasi muda bahwa kita memiliki warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan,” kata Yudo.
Menurut dia, kolaborasi dengan Perguruan Tapak Suci juga menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendorong pelestarian pencak silat di Kabupaten Kepulauan Selayar.
![]() |
| Aktrasi pencak silat militer dan tapak suci muhammadiyah Kepulauan Selayar di Upacara peringatan HUT ke 81 Republik Indonesia (Photo: Ist) |
Yudo berharap semakin banyak generasi muda Selayar yang tertarik mempelajari pencak silat. Selain menjaga warisan budaya, olahraga tersebut dinilai memiliki peluang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Harapannya, generasi muda tidak hanya mengenal pencak silat sebagai budaya, tetapi juga tertarik untuk berlatih dan menjadi atlet. Dari sini kita bisa membina bibit-bibit atlet pencak silat Selayar,” ujarnya.
Upaya tersebut, kata Yudo, bukan tanpa hasil. Sejumlah atlet pencak silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kepulauan Selayar sebelumnya telah menunjukkan prestasi membanggakan dalam ajang Makassar Beach Championship I yang digelar di Makassar beberapa waktu lalu.
Kontingen IPSI Selayar berhasil membawa pulang sejumlah medali, termasuk dua medali emas yang diraih atlet Selayar dalam kejuaraan tersebut. Salah satu atlet, Riskayanti Rafian, juga berhasil meraih medali emas dan mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Selayar di ajang tersebut.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa Selayar memiliki potensi atlet pencak silat yang patut dikembangkan. Karena itu, pembinaan atlet sekaligus pengenalan pencak silat kepada generasi muda perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Prestasi anak-anak kita di Makassar menjadi motivasi. Artinya, kita punya potensi. Tinggal bagaimana kita bersama-sama membina, memberikan ruang dan kesempatan kepada mereka untuk berkembang,” kata Yudo.
Upacara HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat
![]() |
| Pelaksanaan Upacara peringatan HUT ke 81 Republik Indonesia di lapangan pemuda benteng Kabupaten Kepulauan Selayar (Photo: Ist) |
Sebelumnya, Upacara Detik-Detik Proklamasi tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Bupati Kepulauan Selayar H. Muh. Natsir Ali bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedangkan Komandan Upacara dipercayakan kepada IPTU La Ode Muh. Asman, S.AP., Kasi Propam Polres Kepulauan Selayar.
Sejumlah unsur Forkopimda hadir dalam upacara tersebut, di antaranya Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Muhtar, M.M., Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., Kajari Kepulauan Selayar MF. Hasibuan, S.H., M.H., M.M., Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Selayar Harwansyah, S.H., M.H., serta Ketua DPRD Kepulauan Selayar Mappatunru, S.Pd.
![]() |
| Dandim 1415 Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto ST bersama Kapolres dan Kajari Kabupaten Kepulauan Selayar pada Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia (Photo: Ist) |
Prosesi berlangsung dengan pembacaan teks Proklamasi, mengheningkan cipta, pembacaan doa dan pengibaran Bendera Merah Putih. Rangkaian upacara juga diisi kolone senapan dan lagu-lagu perjuangan.
Usai upacara, demonstrasi pencak silat militer yang melibatkan personel Kodim 1415/Selayar dan Perguruan Tapak Suci menjadi penutup rangkaian kegiatan.
Pertunjukan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana generasi muda ikut menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
Dengan menggabungkan unsur bela diri militer, pencak silat dan pembinaan atlet muda, kegiatan itu diharapkan dapat semakin memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat sekaligus mendorong lahirnya generasi atlet baru dari Kabupaten Kepulauan Selayar. (AR)







