Notification

×

Iklan

Iklan

Perkuat Keselamatan Pelayaran, UPP Selayar Siapkan 500 Life Jacket untuk Kapal Tradisional

Sabtu, September 05, 2026 | 21.54 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T13:54:46Z

 

Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt. Romy Sumardiawan, M.Mar., M.H, Terima langsung bantuan 500 life jacket Indonesian National Shipowners' Association (INSA)   


Realitynews.web.id | SELAYAR – Komitmen meningkatkan keselamatan transportasi laut di Kabupaten Kepulauan Selayar terus diperkuat. Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Selayar menerima bantuan 500 life jacket yang selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat pengguna transportasi laut.


Bantuan tersebut diterima di Selayar, Sabtu (5/9/2026), dan akan didistribusikan bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Sasaran utama pembagian mencakup penumpang dan awak kapal tradisional, kapal wisata, serta nelayan yang menggunakan kapal berukuran di bawah GT 7.


Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt. Romy Sumardiawan, M.Mar., M.H., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang aktivitasnya sangat bergantung pada transportasi laut.


Menurut Romy, pendistribusian life jacket pada September ini akan diarahkan kepada kelompok pengguna kapal yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap perlengkapan keselamatan.


“Untuk pembagian dalam bulan September ini, fokusnya kepada kapal tradisional yang mengangkut penumpang, kapal wisata, kapal nelayan di bawah GT 7, bersamaan dengan gerai pengukuran kapal untuk mendapatkan E-Pas Kecil dan kapal tradisional lainnya,” ujar Romy.


Ia menjelaskan, pembagian life jacket tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kesadaran keselamatan sekaligus mendorong kapal-kapal tradisional memenuhi aspek legalitas dan kelaikan.


Rangkaian kegiatan tersebut juga akan disinergikan dengan gerai pengukuran kapal, sehingga masyarakat pemilik kapal kecil tidak hanya mendapatkan akses terhadap perlengkapan keselamatan, tetapi juga dapat mengurus dokumen kapal melalui penerbitan E-Pas Kecil sesuai ketentuan.


Langkah tersebut dinilai penting mengingat kapal tradisional dan kapal nelayan berukuran kecil menjadi salah satu sarana utama mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan.


“Keselamatan pelayaran tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas pelabuhan. Pemilik kapal, nakhoda, awak kapal, penumpang dan masyarakat pengguna jasa juga harus memiliki kesadaran yang sama,” kata Romy.


Ia menegaskan, keberadaan life jacket harus diikuti dengan kesadaran untuk menggunakannya saat berlayar, bukan sekadar menjadi perlengkapan yang disimpan di dalam kapal.


“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan dan digunakan sebagaimana mestinya. Jangan sampai alat keselamatan tersedia, tetapi ketika terjadi keadaan darurat justru tidak digunakan,” tegasnya.


Romy juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesian National Shipowners' Association (INSA) atas bantuan 500 life jacket tersebut. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan adanya kepedulian bersama antara pemerintah dan pelaku industri pelayaran terhadap keselamatan masyarakat kepulauan.


“Kami menyampaikan terima kasih kepada INSA atas kepeduliannya terhadap upaya peningkatan kualitas keselamatan pelayaran. Bantuan ini akan kami salurkan bersama Pemerintah Daerah kepada masyarakat yang memang membutuhkan, khususnya pengguna kapal tradisional di Kepulauan Selayar.”


Sebelumnya, bantuan 500 life jacket tersebut diserahkan secara simbolis oleh DPP INSA kepada Capt. Romy Sumardiawan pada rangkaian HUT ke-59 INSA di Bali. Bantuan itu memang ditujukan untuk mendukung keselamatan masyarakat dan awak kapal tradisional di Kepulauan Selayar.


Selain pembagian life jacket, agenda pengukuran kapal dan penerbitan E-Pas Kecil menunjukkan bahwa keselamatan pelayaran juga berkaitan erat dengan legalitas, pendataan dan kelayakan kapal.


Bagi Selayar, langkah tersebut memiliki arti strategis. Dengan kondisi geografis yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan, transportasi laut menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Karena itu, setiap upaya memperkuat keselamatan kapal tradisional pada akhirnya merupakan upaya untuk memberikan perlindungan lebih besar kepada masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada laut.


UPP Kelas III Selayar pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya keselamatan pelayaran melalui edukasi, pengawasan, pemenuhan perlengkapan keselamatan, serta mendorong kapal-kapal tradisional memenuhi aspek administrasi dan kelaikan.


Pesannya sederhana: kapal boleh kecil, tetapi keselamatannya tidak boleh dianggap kecil. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update