![]() |
| Lurah Bontobangun, Andi Husni Taba serahkan bantuan benih jagung hibrida secara simbolis dari Kementerian Pertanian RI (Photo:Tim/Realitynews.web.id) |
Penyerahan bantuan benih jagung hibrida dilakukan oleh Lurah Bontobangun, Andi Husni Taba, S.ST didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Benteng Bontoharu, Umi Azimar, S.P, serta Penyuluh Pertanian Kelurahan Bontobangun, Zubair S, ST. Bantuan ini diperuntukkan bagi petani kelapa dan dimanfaatkan sebagai tanaman sela di lahan perkebunan kelapa.
Lurah Bontobangun, Andi Husni Taba, mengatakan bahwa bantuan benih jagung hibrida tersebut merupakan program pendukung Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMELAP) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.
“Jagung ini ditanam sebagai tanaman sela di lahan kelapa. Sambil menunggu pohon kelapa produktif dan berbuah, petani tetap dapat memanfaatkan lahannya untuk tanaman pangan jangka pendek yang relatif cepat panen,” ujar Andi Husni Taba.
Ia berharap program ini dapat membantu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga produktivitas dan optimalisasi lahan pertanian di wilayah Kelurahan Bontobangun.
Sementara itu, Koordinator BPP Benteng Bontoharu, Umi Azimar, S.P, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa benih jagung kuning, tetapi juga dilengkapi dengan pupuk organik yang berasal langsung dari Kementerian Pertanian RI.
“Benih jagung kuning ini diperuntukkan sebagai tanaman sela di sekitar tanaman kelapa. Selain itu, kami juga menyerahkan pupuk organik. Bantuan disalurkan berdasarkan data petani dan luas lahan kelapa yang masuk dalam program GEMELAP di Kelurahan Bontobangun,” jelas Umi Azimat.
Menurutnya, jagung kuning memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Selain mendukung program swasembada pangan nasional, komoditas ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak maupun dikonsumsi langsung sebagai jagung muda.
“Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Lahan yang sudah siap tanam diharapkan segera ditanami jagung di sekitar tanaman kelapa,” tambahnya.
Ia juga berharap program ini mampu membangkitkan kembali semangat petani dalam meningkatkan produksi pertanian, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan swasembada pangan dapat tercapai sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto. (AR)





