Notification

×

Iklan

Iklan

Pabrik Sandal Swallow di Medan Terbakar Hebat, Api Mengamuk hingga Pagi

Kamis, Januari 29, 2026 | 01.35 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-28T17:35:14Z

 

Kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow yang ikonik di Jalan Yos Sudarso, kawasan Medan Deli, Kota Medan (Photo: Istimewa) 


Realitynews.web.id | Medan – Kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow yang ikonik di Jalan Yos Sudarso, kawasan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026) malam. Api yang membesar dengan cepat menghanguskan hampir seluruh area vital pabrik, dengan panas kobaran yang bahkan terasa hingga radius sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 21.50 hingga 22.00 WIB. Api diduga pertama kali muncul dari area gudang bahan baku yang menyimpan material mudah terbakar seperti karet dan goni, lalu dengan cepat menjalar ke bangunan utama pabrik.


Besarnya kobaran api disertai suara ledakan berulang yang membuat warga sekitar panik. Sejumlah saksi mengaku mendengar beberapa kali ledakan keras sebelum api semakin membesar dan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara. Aroma karet terbakar pun tercium kuat di sekitar lokasi.


Pabrik Swallow yang berada di kawasan GMP Medan Brayan tersebut dikenal sebagai produsen sandal jepit legendaris yang telah puluhan tahun menjadi favorit jutaan masyarakat Indonesia. Dalam peristiwa ini, sekitar 90 persen bangunan pabrik dilaporkan hangus terbakar.


Puluhan unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan dikerahkan ke lokasi. Selain itu, personel Brimob Polda Sumut turut membantu proses pemadaman dengan mengerahkan Armoured Water Cannon (AWC) untuk menjinakkan api yang sulit dikendalikan akibat banyaknya material mudah terbakar.


Proses pemadaman berlangsung berjam-jam. Hingga Rabu (28/1/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, api dilaporkan belum sepenuhnya padam dan petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.


Meski kebakaran berlangsung hebat dan disertai ledakan, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini. Saat kebakaran terjadi, aktivitas produksi dilaporkan sedang minim karena pergantian shift pekerja.


Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara. Kerugian material akibat kebakaran ini diperkirakan sangat besar, mengingat hampir seluruh fasilitas produksi pabrik rusak berat. (*) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update