Notification

×

Iklan

Iklan

Kenapa BSU Guru Madrasah Belum Cair? Ini Kata Kemenag

Jumat, Januari 30, 2026 | 14.54 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-30T06:54:31Z

 

Ilustrasi. Kemenag menjelaskan keterlambatan pencairan BSU bagi sebagian guru madrasah akibat kendala rekening. BSU senilai Rp600.000 diberikan kepada 211.992 GTK non ASN. (Sumber: unsplash.com/@mufidpwt)


Realitynews.web.id | JAKARTA — Sejumlah guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah mengeluhkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang belum juga cair. Padahal, penyaluran bantuan tersebut disebut sudah mulai dilakukan.


Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan, keterlambatan pencairan BSU disebabkan oleh kendala teknis pada data rekening penerima. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Kemenag, Fesal Musa’ad, menyebut sejumlah transfer dana berstatus return atau gagal masuk ke rekening.


“Dana tidak bisa ditransfer karena ada data rekening yang tidak sesuai,” kata Fesal di Jakarta (29/01/2026). 


Menurutnya, ketidaksesuaian data tersebut meliputi perbedaan nama pemilik rekening, nomor rekening yang tidak valid, hingga ketidaksamaan bank penyalur. Akibatnya, bank mengembalikan dana ke sistem dan pencairan harus ditunda.


Namun, kondisi ini memunculkan pertanyaan. Mengapa persoalan data rekening baru muncul saat pencairan dilakukan? Padahal, data guru madrasah selama ini tersimpan dalam sistem Kemenag dan kerap digunakan dalam berbagai program bantuan.


Untuk mengatasi masalah tersebut, Kemenag kini melakukan verifikasi dan validasi ulang (verval) data rekening guru madrasah. Proses perbaikan data dilakukan secara berjenjang dari pusat hingga madrasah, sebelum kembali dikirim ke bank penyalur untuk diproses ulang.


Kemenag memastikan terus berkoordinasi dengan pihak bank agar penyaluran BSU dapat segera diselesaikan. BSU sendiri diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan madrasah non-ASN dengan nilai bantuan sebesar Rp600 ribu per orang. (*) 



TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update