Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Buka Puasa, Selayar Lumpuh! Antrean BBM Mengular hingga Tutup Jalan

Kamis, Februari 19, 2026 | 16.45 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-19T13:58:58Z

 

Antrian BBM di Pertashop tampak memadati jalan Jendral Ahmad Yani Kota Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar menjelang berbuka Puasa (Photo: Tim/realitynews.web.id) 


Realitynews.web.id | SELAYAR -- Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Kamis (19/2/2026). Kepadatan terjadi sejak sore hari, tepat menjelang waktu berbuka puasa hari pertama Ramadhan 1447 Hijriah.

Salah satu titik terparah terlihat di SPBU (Prestashop) Jalan Ahmad Yani, Kota Benteng, sekitar pukul 16.45 Wita. Antrian sepeda motor dan mobil yang hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) memadati hampir seluruh badan jalan, bahkan meluas hingga depan Kantor KPU.

Pantauan di lokasi, kendaraan mengular hingga menutup sebagian jalur utama Kota Benteng. Jalan Ahmad Yani merupakan akses jalan nasional yang menghubungkan arus lalu lintas dari arah utara dan selatan Pulau Selayar. Akibatnya, arus kendaraan tersendat dan sejumlah pengendara terpaksa melambat bahkan berhenti.


Petugas tampak melakukan pengaturan lalu lintas, namun volume kendaraan yang terus berdatangan membuat kemacetan sulit dihindari.

Lonjakan antrian diduga dipicu kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di sejumlah SPBU di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam beberapa hari terakhir. Warga mengaku kesulitan mendapatkan kedua jenis BBM tersebut, baik di SPBU resmi maupun di tingkat pengecer.

“Saya sudah keliling dalam kota sampai ke luar kota. Sudah dua hari ini Pertalite dan Pertamax kosong. Bahkan di penjual eceran juga habis,” ujar salah seorang pengendara yang ikut mengantre.

Pada Kamis (19/2/2026), sejumlah SPBU di dalam Kota Benteng maupun wilayah luar kota mulai kembali beroperasi. Kondisi ini langsung disambut lonjakan pengendara yang datang sejak pagi hingga sore untuk memastikan mendapat pasokan BBM.

Warga memilih mengantri lebih awal, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya diikuti peningkatan mobilitas masyarakat untuk kebutuhan ibadah maupun aktivitas keluarga.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Kepala Bagian Ekonomi menjelaskan keterlambatan pasokan BBM terjadi akibat gangguan distribusi. Kapal tanker pengangkut BBM dilaporkan mengalami kerusakan dan kebocoran setelah dihantam gelombang besar pada akhir Januari lalu, sehingga harus menjalani perbaikan.

Walaupun telah ada penjelasan resmi dari pemerintah, warga tetap curiga dan menduga adanya oknum yang sengaja menimbun BBM. 

Meski distribusi mulai kembali berjalan, warga berharap pasokan BBM segera stabil agar tidak kembali memicu antrean panjang dan kemacetan, khususnya selama bulan suci Ramadhan.

Sejumlah warga juga meminta pengawasan distribusi diperketat untuk mengantisipasi potensi penimbunan yang dapat memperparah kelangkaan dan berdampak pada kenaikan harga bahan pokok di wilayah kepulauan tersebut. (AR) 
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update