![]() |
| Dandim 1415 Selayar Letkol Yudo Harianto, ST bersama istrinya dr. Marlin Yudo sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI Kodim 1415/Selayar (Photo: AR/Realitynews) |
Bagi sebagian orang, TMMD mungkin hanya dipandang sebagai kegiatan pembangunan fisik seperti pembukaan jalan, renovasi rumah, pembuatan sumur bor, hingga aksi sosial di tengah masyarakat. Namun dibalik itu, tersimpan kisah pengorbanan keluarga yang berjalan beriringan. Para prajurit harus meninggalkan rumah selama berminggu-minggu demi menuntaskan pengabdian di lokasi sasaran. Dalam situasi inilah, peran Persit menjadi kekuatan yang tak tergantikan.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXI Kodim 1415/Selayar, dr. Marlin Yudo, bersama para anggotanya memahami bahwa tugas seorang prajurit bukan semata milik suami, melainkan juga bagian dari pengabdian keluarga. Karena itu, mereka hadir bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi sebagai sumber semangat utama.
Di rumah, para istri prajurit menjalankan peran ganda. Mereka mengurus anak, menjaga keharmonisan keluarga, sekaligus menjadi tempat pulang bagi suami yang lelah setelah sebulan bekerja di lapangan. Tak jarang, mereka harus menahan rasa cemas saat cuaca buruk melanda lokasi TMMD atau ketika komunikasi terhambat akibat keterbatasan jaringan.
Namun bagi anggota Persit, semua itu adalah konsekuensi dari sebuah pengabdian.
“Yang paling penting suami tetap semangat menjalankan tugas dan selalu diberi kesehatan. Kami di rumah berusaha mendukung penuh agar mereka bisa fokus membantu masyarakat,” ungkap Kariati Sukasman, salah seorang anggota Persit, dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai, Kamis, (30/04/2026).
Dukungan tersebut tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Terkadang, cukup melalui pesan singkat penuh perhatian, menyiapkan kebutuhan suami sebelum berangkat, atau menjaga keceriaan anak-anak meski sang ayah sedang bertugas jauh dari rumah. Hal-hal sederhana itulah yang menjadi energi tersendiri bagi para prajurit di lapangan.
Kehadiran Persit juga terasa di sela-sela kegiatan TMMD. Sejumlah anggota turut aktif dalam kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, hingga menjalin kedekatan dengan warga di sekitar lokasi. Kehangatan yang mereka hadirkan menjadi jembatan emosional yang memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Komandan Kodim 1415/Selayar selaku Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Czi Yudo Harianto, ST, mengakui bahwa keberhasilan program TMMD tidak terlepas dari dukungan keluarga prajurit, khususnya para istri yang setia mendampingi dari belakang.
Menurutnya, seorang prajurit akan lebih kuat menjalankan tugas ketika memiliki keluarga yang memahami makna pengabdian.
“Persit bukan hanya pendamping prajurit, tetapi bagian penting dalam keberhasilan tugas. Dukungan mereka memberi semangat luar biasa bagi anggota yang sedang bekerja di lapangan,” ujarnya.
Di tengah kerasnya medan pengabdian, Persit Kartika Chandra Kirana membuktikan bahwa ketangguhan tidak selalu ditunjukkan dengan seragam loreng atau sepatu lapangan. Ketangguhan juga hadir dalam bentuk kesabaran, doa, dan ketulusan seorang istri yang tetap tersenyum saat suaminya mengabdi untuk negeri.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD menjadi potret nyata bagaimana kekuatan keluarga menjadi pondasi utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit TNI kepada masyarakat.
Penulis: Andi Rusman




