![]() |
| Ilustrasi Nelayan selamatkan korban Kapal tenggelam (Photo:AI) |
Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan laut yang dalam beberapa waktu terakhir melibatkan warga maupun armada yang beroperasi di wilayah Kepulauan Selayar. Sebelumnya, tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, hingga insiden KM Balibo yang nyaris hanyut akibat gelombang tinggi di lintasan Pamatata-Bira menjadi perhatian publik karena kembali menyoroti tingginya risiko pelayaran di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima korban merupakan awak Kapal Nusantara Laut 21. Mereka diketahui berangkat dari Pulau Kayuadi sekitar dua pekan lalu untuk menangkap ikan di perairan Kabupaten Mamuju.
Setelah menyelesaikan aktivitas melaut, kapal yang mereka tumpangi berlayar kembali menuju Kabupaten Kepulauan Selayar. Namun, sekitar pukul 07.00 Wita, kapal mengalami kebocoran saat berada di perairan sekitar Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar.
Air terus masuk ke lambung kapal hingga para awak memutuskan meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri menggunakan pelampung.
Dua jam kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita, kelima nelayan ditemukan terapung di laut oleh David (32), seorang nelayan asal Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, yang sedang melaut.
Korban kemudian dievakuasi oleh Pemerintah Desa Tangnga-Tangnga bersama masyarakat ke rumah salah seorang warga untuk mendapatkan pertolongan sementara. Pada malam harinya, rombongan keluarga dan penjemput tiba di pelabuhan setempat untuk membawa para korban.
![]() |
| 5 orang awak Kapal Nusantara Laut 21 di temukan nelayan asal Polewali Mandar (Photo: Istimewa) |
Kelima korban masing-masing Ramli (26), Bule (25), Iswandi (26), Anto (15), dan Albar (16). Seluruhnya dilaporkan selamat.
Babinsa Desa Tangnga-Tangnga bersama aparat kepolisian dan pemerintah desa langsung melakukan pendataan serta memastikan kondisi kesehatan para korban sebelum proses pemulangan ke Kabupaten Kepulauan Selayar.
Rentetan Musibah Laut
Peristiwa ini menjadi kecelakaan laut terbaru yang dialami warga Kepulauan Selayar dalam kurun waktu kurang dari dua pekan terakhir.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa, kapal yang melayani rute Pasimasunggu-Benteng, tenggelam di perairan Polassi, Kecamatan Bontosikuyu. Insiden tersebut memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim SAR gabungan setelah sejumlah penumpang dilaporkan hilang.
Tak lama berselang, KM Balibo yang melayani lintasan penyeberangan Pamatata-Bira juga nyaris hanyut diterjang gelombang tinggi dan angin kencang. Kapal berhasil kembali ke pelabuhan setelah nahkoda memutuskan membatalkan pelayaran demi keselamatan penumpang.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran di wilayah Kepulauan Selayar masih menghadapi tantangan besar, terutama saat cuaca laut memburuk. Selain kapal penumpang dan kapal penyeberangan, armada nelayan juga menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi ancaman kecelakaan di laut.
Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan terhadap kelaikan kapal, memastikan ketersediaan alat keselamatan, serta meningkatkan kepatuhan terhadap informasi prakiraan cuaca sebelum kapal diizinkan berlayar.
Dengan kembali terjadinya musibah yang menimpa lima nelayan asal Selayar ini, daftar kecelakaan laut di wilayah Kepulauan Selayar kembali bertambah. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama bagi operator kapal, nelayan, maupun instansi terkait guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa di laut.
Penulis Andi Rusman





