Notification

×

Iklan

Iklan

Liburan Berakhir Tragis, Warga Selayar Tewas Tenggelam di Sungai Balang Bo’dong

Rabu, Maret 25, 2026 | 05.49 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-24T21:49:32Z

 

Situasi evakuasi korban tenggelam di kolam baru aliran sungai Balang Bo'dong (Photo: Istimewa) 


Realitynews.web.id | SELAYAR – Suasana rekreasi keluarga yang seharusnya penuh keceriaan berubah menjadi tragedi memilukan di Sungai Balang Bo’dong, Dusun Laiyolo, Desa Laiyolo Baru, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Selasa (24/3/2026).


Muh. Indra (45), seorang karyawan swasta, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di sungai tersebut. Peristiwa nahas itu terjadi di hadapan keluarga yang awalnya tengah menikmati waktu bersama.


Menurut keterangan saksi, korban datang bersama istri dan keluarga untuk mandi dan berenang di aliran sungai yang dikenal sebagai lokasi rekreasi warga. Sekitar pukul 11.10 WITA, korban memisahkan diri, berjalan menyusuri sungai untuk mencari titik berenang yang dianggap lebih nyaman.


Namun, momen santai itu perlahan berubah menjadi kepanikan. Hingga setengah jam berlalu, korban tak kunjung kembali. Keluarga yang mulai cemas kemudian berinisiatif menyusul dan mencari di sepanjang aliran sungai.


Upaya pencarian pun dilakukan dengan penuh kekhawatiran. Salah seorang saksi segera menghubungi warga sekitar untuk meminta bantuan. Tak lama berselang, puluhan warga Dusun Laiyolo berdatangan dan menyisir lokasi kejadian.


Muh. Indra (korban) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di sungai (Photo: Istimewa) 

Detik demi detik berlalu dalam suasana tegang. Harapan agar korban ditemukan dalam keadaan selamat terus membayangi pencarian yang berlangsung selama berjam-jam.


Namun, harapan itu pupus. Sekitar pukul 14.00 WITA, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai dalam kondisi tak bernyawa. Tangis keluarga pecah di lokasi, menyaksikan rekreasi yang berubah menjadi duka mendalam.


Dugaan sementara, korban terpeleset di area berbatu dan kepalanya terbentur, menyebabkan kehilangan kesadaran sebelum tenggelam. Kondisi dasar sungai yang licin dan tidak rata diduga menjadi faktor utama dalam insiden ini.


Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama di lokasi yang tampak tenang namun menyimpan risiko tersembunyi. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update