Notification

×

Iklan

Iklan

TMMD 128 Selayar Dinilai Bangkitkan Kembali Potensi Pertanian Pantai Timur Batangmata Sapo

Jumat, Mei 08, 2026 | 10.11 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T02:11:00Z

 

Jamaluddin, SH salah satu kokoh masyarakat Batangmata Sapo yang berprofesi pengacara (Photo: Tim/Realitynews) 

Realitynews.web.id | SELAYAR - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1415/Selayar mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat setempat.


Salah seorang tokoh masyarakat yang juga berprofesi sebagai pengacara di Kabupaten Kepulauan Selayar, Jamaluddin, SH, menilai pembangunan akses jalan tani di wilayah Batangmata Sapo menjadi langkah strategis dalam mendorong produktivitas sektor pertanian.


“Dengan adanya pembukaan jalan tani ini, tentu sangat membantu petani dalam mengakses lahan pertanian dan perkebunan, terutama untuk pengangkutan hasil panen serta aktivitas pertanian lainnya,” ujar Jamaluddin.


Menurutnya, pembukaan ruas jalan sepanjang kurang lebih 3,3 kilometer menuju kawasan pantai timur merupakan kebutuhan mendesak masyarakat. Jalur tersebut melintasi ratusan hektare lahan perkebunan kelapa dan lahan tidur yang sebelumnya pernah menjadikan wilayah itu sebagai daerah surplus produksi jagung dan ubi kayu.


Ia menjelaskan, rencana pembangunan jalan tersebut sebenarnya telah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Namun, berbagai kendala membuat realisasinya baru dapat terlaksana melalui program TMMD tahun ini.


“Program ini sangat didukung masyarakat. Selain pembangunan jalan tani, ada juga kegiatan lain seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan program sosial keagamaan,” jelasnya.


Jamaluddin menambahkan, kawasan pertanian di pantai timur memiliki potensi yang sangat besar karena kondisi tanah yang subur dan telah lama tidak digarap. Hal ini dinilai mampu mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya pengembangan tanaman jagung sebagai komoditas unggulan.


Lahan tidur untuk pertanian dan perkebunan di Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene (Photo: Tim/realitynews) 

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa banyak lahan pertanian di wilayah tersebut kini terbengkalai. Hal ini disebabkan minimnya regenerasi petani, di mana generasi muda cenderung memilih bekerja di sektor lain setelah menempuh pendidikan tinggi.


“Sebagian besar anak-anak dari petani sudah berhasil di bidang lain, baik di sektor swasta maupun pemerintahan. Akibatnya, banyak lahan yang tidak lagi dikelola karena keterbatasan waktu atau memang tidak ingin kembali bertani,” tuturnya.


Meski begitu, ia berharap program TMMD dapat terus berlanjut di masa mendatang guna meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya jalan tani, sehingga akses menuju lahan pertanian semakin baik.


“Kami berharap TMMD bisa dilaksanakan kembali ke depan, agar kualitas jalan dapat lebih ditingkatkan dan semakin mempermudah mobilitas hasil pertanian,” katanya.


Di akhir pernyataannya, Jamaluddin menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, atas pelaksanaan program TMMD di wilayahnya.


“Kami masyarakat sangat berterima kasih. Kehadiran TMMD telah membuka kembali akses jalan tani yang selama bertahun-tahun menjadi kendala utama masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan,” pungkasnya.


Penulis: Andi Rusman

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update