Notification

×

Iklan

Iklan

Kodim 1415 Selayar Renovasi Tugu AMD, Angkat Kembali Jejak Perjuangan di Appabatu

Senin, Mei 04, 2026 | 04.29 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-03T20:45:46Z

 

Dandim 1415 Selayar, Letkol Czi Yodo Harianto, S.T bersama Danramil 1415-01 Bontomatene, Kapten Inf Ramli dintugu ABRI Masuk Desa (AMD) (Photo: Istimewa) 


Realitynews.web.id | SELAYAR – Tugu ABRI Masuk Desa (AMD) yang berdiri sejak tahun 1981 di Dusun Appabatu, Desa Parak, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar, kini kembali tampil dengan wajah baru setelah direnovasi oleh Kodim 1415/Selayar.


Renovasi ini tidak hanya menghadirkan perubahan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali nilai historis kawasan Appabatu yang dikenal sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan perjuangan rakyat Selayar.


Secara historis, nama Appa’batu memiliki makna mendalam bagi masyarakat Selayar. Istilah ini diyakini sebagai simbol tempat berkumpulnya para pemuda dan rakyat Selayar pada masa perjuangan kemerdekaan. Di lokasi inilah, para pejuang menyatukan dan membulatkan tekad, menyusun strategi, dan mempersiapkan diri "hidup atau mati" untuk melakukan perlawanan terhadap tentara Belanda yang diboncengi oleh pasukan NICA yang saat itu menguasai wilayah Kota Benteng.


Semangat perlawanan yang lahir dari Appabatu menjadi bagian dari catatan sejarah perjuangan rakyat Selayar dalam mempertahankan kemerdekaan. Nilai-nilai tersebut kemudian sejalan dengan semangat kebersamaan yang diusung dalam program ABRI Masuk Desa (AMD) yang dicetuskan oleh Jendral M. Yusuf pada 1980 dan kini dikenal sebagai TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).


Tugu AMD yang dibangun pada 1981 menjadi simbol bahwa program tersebut pernah dilaksanakan di wilayah ini. Sebelumnya, tugu menampilkan patung tentara menghadap ke arah selatan atau ke Kota Benteng sebagai pusat pemerintahan.


Namun seiring waktu, kondisi tugu mengalami kerusakan, kurang terawat dan akhirnya tumbang. Terakhir masih terlihat utuh pada Februari 2021 yang berhasil didokumentasikan oleh Iskandar di akun medsosnya. Melalui inisiatif Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., tugu tersebut kemudian direnovasi dan dibangun ulang dengan tampilan yang lebih representatif.


Kini, ikon tugu berganti menjadi logo Kodim 1415/Selayar yang menampilkan gong nekara dan bambu kuning yang bersilang dengan senjata api, mencerminkan nilai budaya dan semangat pertahanan. Sisi lain tugu diukir tulisan “Bersama Rakyat TNI Kuat”.


Proses renovasi dikerjakan langsung oleh personel Kodim, Sertu Irwanto dan Serka Harlimin, yang menuntaskan pekerjaan dalam waktu sekitar dua minggu. Meski dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu, seluruh proses berjalan lancar berkat dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi.


Tugu ABRI Masuk Deaa dibangun tahun 1981 di wilayah Appa'batu Desa Parak (Photo: Iskandar) 

Perbaikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggantian pagar pembatas yang berkarat, perbaikan tembok beton yang rusak, hingga pengecatan ulang seluruh bagian tugu, termasuk prasasti peresmian. Tulisan pada prasasti lama yang menjelaskan peresmian AMD ke-V tahun 1981 kini kembali terlihat jelas, dan dilengkapi dengan prasasti baru sebagai penanda renovasi tahun 2026.


Dandim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, menegaskan bahwa renovasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap simbol sejarah sekaligus upaya menjaga memori kolektif masyarakat.


“Tugu ini bukan hanya simbol pelaksanaan AMD, tetapi juga berada di kawasan yang memiliki nilai sejarah perjuangan rakyat. Kami ingin keberadaannya tetap terjaga agar generasi sekarang mengetahui dan menghargai sejarah tersebut,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).


Apresiasi juga datang dari warga setempat. Kasman (41), warga Appabatu, mengaku bangga dengan perubahan yang dilakukan.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Tugu ini dulu tidak terawat, bahkan patungnya sempat tumbang. Sekarang sudah bagus dan sekaligus mengingatkan kami pada sejarah perjuangan di tempat ini,” ungkapnya.


Dengan renovasi tersebut, Tugu AMD di Appabatu kini tidak hanya berdiri kokoh sebagai simbol program pembangunan, tetapi juga menjadi penanda kuat sejarah perjuangan rakyat Selayar—tempat di mana semangat perlawanan pernah disatukan dan diwariskan dari generasi ke generasi.


Penulis: Andi Rusman

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update