![]() |
| Buku membahas struktur negara dan sistem keuangan khilafah yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir tahun 2005 HTI Press (Phoo: AR/realitynews.web.id) |
Sejak ide Hizbut Tahrir dibawa ke Indonesia lebih dari 40 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1983, mereka secara konsisten menyuarakan dan berusaha untuk pendirian Khilafah, yaitu sistem pemerintahan tersendiri yang berbeda dari sistem demokrasi maupun monarki.
Kampanye ini secara masif dan konsisten mereka suarakan bukan hanya di Indonesia saja, namun juga di seluruh penjuru bumi. Namun nyatanya usaha mereka tidak menemui hasil yang diharapkan, bahkan berakhir kegagalan dan pelarangan di Indonesia pada tahun 2017.
Kegagalan ini dapat dikaitkan dengan penolakan oleh mayoritas masyarakat dan organisasi keagamaan di Indonesia. Lebih jauh, strategi HTI menunjukkan kurangnya kedalaman, sebagaimana dibuktikan oleh ketidakkonsistenan konseptual antara pendekatan mereka dan janji-janji ilahi.
Ini membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut terhadap gerakan politik fisik HTI dan implikasi sistemiknya. Selain itu, hal ini juga menjelaskan cara HTI menerapkan setiap tahap strategi mereka dan memberikan wawasan tentang alasan di balik ketidakmampuan mereka untuk mendirikan negara kekhalifahan.
Diharapakan tulisan ini akan meningkatkan kesadaran publik mengenai strategi yang digunakan oleh kelompok politik Islam yang beroperasi di Indonesia ini. Dari perspektif sosial, temuan ini berfungsi sebagai bahan referensi untuk kebijakan politik di Indonesia, khususnya mengenai ideologi transnasional yang telah mendapatkan perhatian dalam beberapa dekade terakhir.
Tulisan ini telah dipublikasikan di website Universitas Airlangga pada 22 Agustus 2025 lalu yang ditulis oleh Dr. Irham Zaki , S.Ag., MEI. (*)




