Notification

×

Iklan

Iklan

Mengkaji Ulang Eksistensi Hizbut Tahrir di Indonesia

Senin, April 20, 2026 | 10.40 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-20T02:51:07Z

 

Buku membahas struktur negara dan sistem keuangan khilafah yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir tahun 2005 HTI Press (Phoo: AR/realitynews.web.id) 

Realitynews.web.id – Membahas isu tentang Hizbut Tahrir, selalu menghadirkan diskusi panas antara yang pro yang terdiri dari aktifis maupun simpatisannya dengan yang kontra. Hizbut Tahrir, sebagai organisasi trans-nasional yang mengklaim sebagai penjaga syariat Islam, dikenal dengan aktifitas di berbagai bidang, mulai pendidikan, ekonomi, budaya dan yang paling dominan adalah pemikiran politiknya.

Pokok pikiran mereka tertuang dalam berbagai kitab yang menjadi rujukan anggotanya seperti kitab yang membahas sistem ekonomi Islam, sistem pergaulan dalam Islam dan yang utama adalah sistem politik Islam. Kehadiran mereka di Indonesia terasa nyata terutama setelah era reformasi tahun 1998, dengan menyajikan pokok pikiran mereka dalam aktifitas nyata seperti mendirikan lembaga pendidikan, unit-unit ekonomi-bisnis dan terutama forum kajian yang didominasi kajian politik berupa seminar, konferensi dan lain-lain.


Sejak ide Hizbut Tahrir dibawa ke Indonesia lebih dari 40 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1983, mereka secara konsisten menyuarakan dan berusaha untuk pendirian Khilafah, yaitu sistem pemerintahan tersendiri yang berbeda dari sistem demokrasi maupun monarki.


Kampanye ini secara masif dan konsisten mereka suarakan bukan hanya di Indonesia saja, namun juga di seluruh penjuru bumi. Namun nyatanya usaha mereka tidak menemui hasil yang diharapkan, bahkan berakhir kegagalan dan pelarangan di Indonesia pada tahun 2017.


Kegagalan ini dapat dikaitkan dengan penolakan oleh mayoritas masyarakat dan organisasi keagamaan di Indonesia. Lebih jauh, strategi HTI menunjukkan kurangnya kedalaman, sebagaimana dibuktikan oleh ketidakkonsistenan konseptual antara pendekatan mereka dan janji-janji ilahi.


Ini membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut terhadap gerakan politik fisik HTI dan implikasi sistemiknya. Selain itu, hal ini juga menjelaskan cara HTI menerapkan setiap tahap strategi mereka dan memberikan wawasan tentang alasan di balik ketidakmampuan mereka untuk mendirikan negara kekhalifahan. 


Diharapakan tulisan ini akan meningkatkan kesadaran publik mengenai strategi yang digunakan oleh kelompok politik Islam yang beroperasi di Indonesia ini. Dari perspektif sosial, temuan ini berfungsi sebagai bahan referensi untuk kebijakan politik di Indonesia, khususnya mengenai ideologi transnasional yang telah mendapatkan perhatian dalam beberapa dekade terakhir.


Tulisan ini telah dipublikasikan di website Universitas Airlangga pada 22 Agustus 2025 lalu yang ditulis oleh Dr. Irham Zaki , S.Ag., MEI. (*) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update