Notification

×

Iklan

Iklan

Damkar Selayar Siaga Padamkan Api di Musim Kemarau, Pasi Intel Dorong Koordinasi Diperkuat

Senin, Agustus 24, 2026 | 21.20 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T13:20:51Z
Pasi Intel Kodim 1415/Selayar, Kapten Kav Syamsul Bahri bersama Kasat Pol-PP dan Damkar Kab. Kepulauan Selayar, Saparuddin, S.Sos., M.M (Photo: Tim/realitynews) 

Realitynews.web.id | SELAYAR – Persiapan menghadapi musim kemarau menjadi perhatian jajaran Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Bukan hanya soal jumlah armada, kesiapan petugas di lapangan juga dihadapkan pada persoalan ketersediaan sumber air, khususnya ketika terjadi kebakaran di wilayah yang jauh dari pusat kota.

Kondisi ini terungkap saat jajaran Kodim 1415/Selayar melakukan koordinasi dengan Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepulauan Selayar Saparuddin, S.Sos., M.M, Senin (24/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Satpol PP dan Damkar Selayar, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Benteng, Kecamatan Benteng, itu membahas kesiapan armada sekaligus kendala yang dihadapi petugas saat menangani kebakaran.

Kepala Satpol PP dan Damkar Selayar, Saparuddin, S.Sos., menyebutkan bahwa saat ini, Damkar Selayar memiliki lima unit armada yang ditempatkan di sejumlah wilayah. Dua unit berada di Kota Benteng, satu unit di PSC Kecamatan Bontoharu, satu unit di Batangmata, Kecamatan Bontomatene, dan satu unit lainnya ditempatkan di Pulau Jampea, Kecamatan Pasimasunggu.

Namun, satu dari dua armada yang berada di Kota Benteng mengalami kerusakan. Namun Damkar memiliki dua kendaraan tidak dilengkapi tangki air hanya digunakan sebagai evakuasi. 

Persoalan kemudian muncul ketika petugas harus melakukan pemadaman di luar Kota Benteng.

Armada biasanya diberangkatkan dengan tangki dalam kondisi penuh. Tetapi ketika air habis di lokasi kejadian, petugas harus mencari sumber air terdekat untuk kembali mengisi tangki.


1 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 2 unit kendaraan evakuasi (Photo: Istimewa) 

Di sinilah tantangan berikutnya muncul, 
sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan berasal dari sungai yang kondisinya dipengaruhi pasang surut. Ketika air sungai menjadi asin, sumber tersebut tidak lagi dapat digunakan untuk pemadaman.

Untuk wilayah Bontomatene, misalnya, salah satu sumber air yang dimanfaatkan berada di Sungai Tulang. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Bontosikuyu, petugas mengandalkan sumber air di sekitar Jembatan Pariangan.

Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri ketika musim kemarau tiba. Ketersediaan air yang terbatas dapat mempengaruhi kecepatan pengisian ulang armada saat proses pemadaman berlangsung.

Pasi Intel Kodim 1415/Selayar Kapten Kav. Syamsul Bahri mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak cukup hanya dengan memastikan armada tersedia.

"Kesiapsiagaan perlu diperkuat, terutama menghadapi kondisi musim kemarau. Bukan hanya armada yang harus siap, tetapi sumber air alternatif dan koordinasi antara pihak juga perlu dipastikan sehingga penanganan kebakaran dapat dilakukan secepat mungkin," kata Kapten Kav Syamsul.

Menurutnya, pemetaan sumber air alternatif menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan. Dengan pemetaan tersebut, petugas dapat mengetahui lokasi pengisian air yang dapat digunakan ketika sumber utama tidak memungkinkan.

"Perlu ada pemetaan titik-titik sumber air yang bisa digunakan sewaktu-waktu, termasuk alternatif pengisian air ketika terjadi kebakaran di wilayah yang jauh dari posko utama," ujarnya.

Koordinasi tersebut juga membahas kemungkinan dukungan personel Kodim 1415/Selayar dalam memperkuat kesiapsiagaan. Personel dapat disiapkan di posko siaga dan bergabung dengan petugas Damkar ketika terjadi kebakaran.

Aspek keselamatan personel turut menjadi perhatian. Petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran di lapangan diharapkan menggunakan perlengkapan keselamatan, termasuk helm standar keselamatan.

Dengan karakter geografis Selayar yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan, waktu tempuh menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu faktor yang menentukan.

Armada yang siap, sumber air alternatif yang terpetakan, personel yang siaga, serta koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam mempercepat respons ketika kebakaran terjadi.

Masyarakat yang menemukan kejadian kebakaran dapat menghubungi Damkar Selayar melalui nomor 0843-4210-2573 atau telepon kantor 0414-21810. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update