Notification

×

Iklan

Iklan

Slank Rilis Single “Republik Fufufafa” di Malam Perayaan HUT ke-42, Kritik Sosial Dibungkus Rock Satir

Senin, Desember 29, 2025 | 01.32 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-28T19:39:00Z

 

Slank Rilis Single “Republik Fufufafa” dinyanyikan saat konser pada malam perayaan HUT ke-42 di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali (Photo: Facebook slank) 


realitynews.web.id | DENPASAR – Grup band legendaris Indonesia, Slank, kembali menegaskan sikap kritisnya melalui karya terbaru berjudul “Republik Fufufafa”, yang dirilis bertepatan dengan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Slank ke-42, Sabtu (27/12/2025).


Peluncuran single ini menjadi bagian dari rangkaian konser amal bertajuk “Hey 42th Slank” yang digelar di Pantai Mertasari, Denpasar, Bali. Konser tersebut tidak hanya menjadi ajang selebrasi perjalanan panjang Slank di industri musik Tanah Air, tetapi juga mengusung misi kemanusiaan. Seluruh hasil penjualan tiket didonasikan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera, sekaligus dilengkapi dengan kegiatan lelang barang pribadi para personel Slank.


Konsep konser amal ini melanjutkan tradisi perayaan ulang tahun Slank sebelumnya. Pada HUT ke-41 yang digelar di Jakarta awal 2025, Slank juga mengkombinasikan musik, kepedulian sosial, dan pesan kebangsaan sebagai ciri khas perayaan mereka.


Single “Republik Fufufafa” sendiri menampilkan karakter Slank yang dikenal lugas dan tanpa kompromi. Melalui lirik bernuansa satire dan kritik sosial yang tajam, lagu ini menyoroti berbagai persoalan bangsa, mulai dari penyalahgunaan kekuasaan, narkoba, judi, hingga masalah stunting dan rendahnya kualitas pendidikan. Pilihan diksi yang keras dan provokatif menjadi ciri khas Slank dalam menyampaikan kegelisahan sosial mereka.


Secara musikal, lagu ini tetap berada di jalur rock khas Slank, dengan tempo tegas dan chorus repetitif yang mudah diingat, memperkuat pesan kritik yang ingin disampaikan. Judul “Republik Fufufafa” digunakan sebagai metafora kondisi sosial-politik yang dinilai absurd dan memprihatinkan.


Perilisan single ini menegaskan bahwa di usia 42 tahun, Slank masih konsisten memposisikan musik sebagai media kritik, ekspresi kebebasan, dan suara rakyat. Bagi Slank, ulang tahun bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum untuk kembali menyuarakan kegelisahan sosial melalui karya. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update