Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Jadi Luwu Berubah Jadi Aksi Besar, Rakyat Tagih Janji Provinsi Luwu Raya

Sabtu, Januari 24, 2026 | 15.52 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T07:52:37Z

 

Aksi unjukrasa masyarakat dan mahasiswa menuntut janji pembentukan provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah (Photo: Istimewa) 

Realitynews.web.id | LUWU – Peringatan Hari Jadi Luwu ke-758 yang juga ditandai sebagai Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 pada Jumat (23/1/2026) kemarin berubah menjadi aksi damai menagih janji Presiden Republik Indonesia untuk membentuk Provinsi Luwu Raya.


Hingga Sabtu (24/1/2026), gelombang aksi terus meluas. Massa menutup sejumlah jalan poros penghubung antar kabupaten dan provinsi menggunakan mobil, batang kayu, serta membangun tembok pembatas darurat. Beberapa spanduk panjang dibentangkan bertuliskan “Selamat Datang di Kabupaten Luwu, Provinsi Luwu Raya”.


Para peserta aksi menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera merealisasikan janji pembentukan Provinsi Luwu Raya, yang disebut-sebut pernah disampaikan Presiden Soekarno kepada Datu Luwu Andi Jemma pasca kemerdekaan Republik Indonesia.


Ketua Presidium GPPR (Gerakan Perjuangan Provinsi Luwu Raya), Karemuddin, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama aksi ini adalah memperjuangkan pemekaran Provinsi Luwu Raya.


“Kami menuntut janji sejarah antara Andi Jemma dan Presiden Soekarno. Kami tidak meminta daerah istimewa atau khusus, tetapi meminta Provinsi Luwu Raya. Secara historis, luas wilayah, jumlah penduduk, dan sumber daya alam, kami memenuhi syarat. Daerah yang kaya raya juga harus sejahtera, dan jawabannya adalah Provinsi Luwu Raya,” kata Karemuddin.


Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan gerakan rakyat semesta, bukan gerakan elit. Menurutnya, seluruh lapisan masyarakat turun tanpa membawa atribut jabatan, pangkat, atau identitas suku.


“Hari ini rakyat melawan untuk menuntut satu janji sejarah, Provinsi Luwu Raya,” ujarnya.


Karemuddin juga menyebutkan bahwa penutupan jalan dilakukan di sejumlah titik, salah satunya di Jembatan Bali Asih. Aksi ini, kata dia, merupakan lanjutan dari perlawanan rakyat agar diperhatikan oleh pemerintah pusat.


“Jumlah massa sekitar 2.000 orang yang terbagi di tiga titik. Jika tuntutan belum dipenuhi, gelombang aksi akan terus berlanjut,” tegasnya.


Ia berharap Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencatat perjuangan tersebut dan menjadi presiden yang merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya.


Aksi ini mendapat dukungan dari Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali, serta sejumlah perwakilan fraksi NasDem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, PKB, dan PDI Perjuangan.


Ahmad Gazali menyatakan bahwa pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan titah Datu Luwu Andi Maradang Mackulau. Ia menegaskan komitmen DPRD Luwu untuk mengawal pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah sebagai aspirasi masyarakat dan para demonstran.


Pembentukan Provinsi Luwu Raya sendiri diketahui mencakup beberapa daerah, yakni Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo. Keempat wilayah tersebut menjadi titik utama aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat. (Tim) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update