Notification

×

Iklan

Iklan

Nelayan Selayar Hilang Saat Melaut di Pantai Timur Ngapaloka, Tim SAR Lakukan Pencarian

Sabtu, Januari 24, 2026 | 19.57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T11:57:56Z

 

Babinsa dan Warga Desa Patilereng lakukan pencarian seorang nelayan yang diduga hilang saat memancing (Photo: Tim/realitynews) 


Realitynews.web.id | SELAYAR – Seorang nelayan asal Dusun Tile-Tile, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Timur Ngapaloka, Desa Patilereng, Sabtu (24/1/2026).


Korban diketahui bernama **Sarepe (45)**, seorang nelayan yang berdomisili di Dusun Tile-Tile, Desa Patikarya. Ia dilaporkan tidak kembali usai pergi menjaring ikan menggunakan perahu sampan kecil.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sarepe berangkat melaut sekitar pukul 03.00 Wita bersama tujuh rekannya. Mereka menuju perairan Pantai Timur Ngapaloka untuk menjaring ikan, dengan masing-masing menggunakan perahu sampan kecil.


Sekitar pukul 08.00 Wita, tujuh rekan korban telah kembali dan sandar di pesisir pantai. Namun, Sarepe tak kunjung tiba. Setelah menunggu cukup lama, para nelayan tersebut kembali ke laut sekitar pukul 09.30 Wita untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi biasa korban menjaring ikan. Upaya itu belum membuahkan hasil.


Pada pukul 13.10 Wita, rekan-rekan korban kembali ke Dusun Tile-Tile dan menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga Sarepe. Mereka kemudian menghubungi Tim SAR untuk meminta bantuan pencarian.


Tak lama berselang, sekitar pukul 14.57 Wita, Tim SAR bersama Babinsa Desa Patikarya, Sertu Irfan, tiba di Pantai Timur Ngapaloka dan langsung melakukan penyisiran. Pencarian diperkuat pada pukul 17.20 Wita setelah satu unit speed boat milik TNI AL bersama tiga personel, dipimpin Serka Pelaut Faisal, tiba di lokasi untuk membantu operasi.


Hingga Sabtu sore, korban maupun perahu yang digunakannya belum ditemukan. Dugaan sementara, perahu korban mengalami kerusakan dan hanyut terbawa arus. Selain itu, warga juga mengaitkan kejadian ini dengan insiden serangan buaya yang terjadi di Pantai Punagaan, dekat lokasi korban mencari ikan, pada Oktober 2025 lalu. Meski demikian, dugaan tersebut masih menunggu kepastian.


Saat ini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR, TNI, serta masyarakat setempat. Aparat juga mengimbau warga, khususnya para nelayan, agar lebih berhati-hati saat melaut, mengingat cuaca yang kerap disertai angin kencang dan hujan deras.


Pihak terkait merekomendasikan pembentukan posko terpusat untuk memaksimalkan koordinasi pencarian, serta perluasan area penyisiran di perairan timur Kepulauan Selayar hingga korban ditemukan. (AR) 

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update