![]() |
| Danposal Selayar, Letda Mar. Asbullah datangi rumah warga Susun Tanabau penemu benda asing di pesisir pantai Baloiya (Photo: Tim/realitynews.web.id) |
Benda tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian menduga objek itu merupakan bagian dari proyek riset internasional, perangkat pemantauan laut dalam, atau instrumen ilmiah yang hanyut terbawa arus laut. Penemuan benda itu pertama kali dilaporkan warga pada Jumat (27/2/2026).
Setelah diamankan sementara di Pos TNI Angkatan Laut Selayar, benda tersebut kemudian dikirim ke Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI Makassar pada Jumat (6/3/2026) pagi. Pengiriman dilakukan melalui jalur laut menggunakan Kapal Pelni Dharma Kartika dari Pelabuhan Rauf Rahman Benteng.
Proses pengiriman dikawal langsung oleh personel Pos TNI AL Selayar, Kelasi Dua (KLD) Ikbal Maulana.
Komandan Pos Angkatan Laut Selayar, Letda Marinir Asbullah, membenarkan pengiriman benda tersebut. Ia mengatakan objek itu akan diperiksa oleh tim ahli di Makassar guna memastikan asal-usul serta kemungkinan data yang tersimpan di dalamnya.
“Ya, benda tersebut sudah kami kirim ke Makassar tadi pagi pukul 08.25 WITA menggunakan Kapal Dharma Kartika. Diperkirakan tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sekitar pukul 20.00 WITA. Satu personel Pos AL Selayar turut mengawal selama perjalanan,” ujar Hasbullah saat dikonfirmasi, Jumat.
![]() |
| Personil TNI AD, Kodim 1415 Selayar bersama TNI AL pastikan benda temuan aman (Photo: Tim/Realitynews.web.id) |
Ia menambahkan, sejak awal penemuan benda tersebut pihaknya telah melaporkan kejadian itu kepada Kodim 1415 Selayar dan komando atas, termasuk kepada Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) dan Komando Daerah Angkatan Laut VI Makassar.
Menurutnya, setelah laporan diterima, personel Pos AL Selayar langsung menjemput benda tersebut di rumah warga yang menemukannya, kemudian mengamankannya di Pos TNI AL Selayar sebelum akhirnya dikirim ke Makassar.
“Benda ini akan diperiksa lebih lanjut oleh pihak yang berkompeten di Kodaeral VI Makassar untuk memastikan fungsi dan asal-usulnya,” tambahnya.
Dikabarkan sebelumnya benda misterius itu ditemukan oleh warga Desa Bontosunggu saat menyisir pantai untuk mencari jaring ikan yang hanyut. Foto dan video yang diterima redaksi memperlihatkan sebuah tabung kaca transparan berdiameter sekitar 40 hingga 50 sentimeter, dengan komponen elektronik tersusun rapi di bagian dalam.
Pada bagian luar, tabung kaca tersebut dilapisi pelindung berwarna oranye serta dilengkapi tiga kabel kedap air yang masih terpasang. Ada tulisan “VITROVEX” terlihat jelas pada kubah kaca. Vitrovex diketahui merupakan material kaca borosilikat bertekanan tinggi yang umum digunakan sebagai pelindung instrumen elektronik sensitif di lingkungan ekstrem, termasuk untuk perangkat penelitian di laut dalam. (AR)





