![]() |
| Pelaksanaan upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia di Pelabuhan Rauf Rahman Benteng (Photo: Istimewa) |
Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt. Romy Sumardiawan, hadir langsung bersama seluruh staf dan sejumlah pemangku kepentingan maritim dalam apel gabungan yang dipimpin Wakapolres Kepulauan Selayar, Kompol Kaharuddin. Kegiatan ini melibatkan unsur Polri, Dinas Perhubungan, ASDP, Awak kapal serta pelajar dari SMK Kelautan, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya budaya keselamatan kerja di sektor pelabuhan.
Selain mengikuti apel, jajaran UPP Kelas III Selayar juga terlibat dalam rangkaian observasi operasional dan peninjauan langsung di area pelabuhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten dalam setiap aktivitas pelayanan dan operasional.
![]() |
| Wakapolres Kepulauan Selayar, Kompol Kaharuddin, MM pimpin apel peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia (Photo: Istimewa) |
Dalam amanatnya, Wakapolres Kompol Kaharuddin menekankan bahwa penerapan prosedur operasional standar (SOP) harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan.
“Penerapan SOP harus dipahami dengan baik dan dijalankan secara konsisten agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap sistem K3 guna meminimalkan potensi kecelakaan kerja. Menurutnya, setiap instansi memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keselamatan kerja.
Sementara itu, Kepala UPP Kelas III Selayar, Capt. Romy Sumardiawan, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan budaya K3 sebagai bagian integral dari pelayanan kepelabuhanan.
![]() |
| Upacara peringatan K3 Sedunia libatkan semua unsur pemangku kepentingan maritim di Kabupaten Kepulauan Selayar (Photo: Istimewa) |
“Kami di UPP Kelas III Selayar berkomitmen memastikan setiap aktivitas di pelabuhan berjalan sesuai standar keselamatan yang berlaku. K3 bukan hanya kewajiban administratif, tetapi menjadi budaya kerja yang harus melekat pada seluruh unsur yang terlibat di pelabuhan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menciptakan sistem keselamatan yang efektif dan berkelanjutan.
“Keterlibatan semua pihak, mulai dari regulator, operator, hingga pengguna jasa, sangat penting untuk membangun ekosistem pelabuhan yang aman, tertib, dan profesional,” tambahnya.
Apel bersama tersebut mengusung tema pembangunan ekosistem K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif, sekaligus mendorong peningkatan budaya keselamatan demi menjamin keamanan aktivitas pelayaran.
Sebagai informasi, Hari K3 Sedunia diperingati setiap 28 April sejak ditetapkan oleh International Labour Organization (ILO) pada 2003. Peringatan ini berawal dari gerakan buruh internasional untuk mengenang para korban kecelakaan kerja, sekaligus mendorong peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja di seluruh dunia. (Aar)
Penulis: Andi Rusman






