![]() |
| Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Selayar menggelar diskusi di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Benteng, Kepulauan Selayar (Photo: Istimewa) |
Berangkat dari kondisi tersebut, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Selayar menggelar kegiatan follow up akbar bekerja sama dengan Kumala Project. Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Perempuan Berkarya: How the World Sees Women” dan berlangsung di Masjid Rahmatan Lil Alamin, Benteng, Kepulauan Selayar, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh alumni PKTM I serta perwakilan pimpinan cabang IPM se-Kepulauan Selayar. Selain sebagai ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi ruang pengembangan wawasan dan laboratorium keilmuan bagi para kader.
Narasumber kegiatan, Andi Mutmainnah Jaya, S.M., selaku founder Kumala Project, mengapresiasi inisiatif PD IPM Selayar yang dinilai konsisten membuka ruang diskusi tentang isu perempuan. Menurutnya, tema yang diangkat relevan dan sejalan dengan misi Kumala Project dalam mendorong pemberdayaan perempuan.
“PD IPM Selayar adalah salah satu organisasi yang masih aktif menyuarakan peran perempuan dan membuka ruang diskusi dengan tema yang menarik. Membahas perempuan tidak akan pernah habis,” ujarnya.
Peraih gelar Putri Sulawesi Selatan 2024 itu dalam pemaparannya menekankan tiga aspek utama dalam melihat perempuan di mata dunia, yakni sikap, penampilan, dan cara berinteraksi. Ia menjelaskan, sikap dalam keseharian menjadi cerminan utama, sementara penampilan memberikan kesan pertama yang memengaruhi cara orang lain menghargai. Adapun kemampuan berkomunikasi dan merespons menjadi penilaian akhir dalam membentuk persepsi publik terhadap perempuan.
Sementara itu, moderator kegiatan, Aziza Azzahra, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Cabang IPM Buki, menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai tema yang diangkat mampu menegaskan peran perempuan dalam berbagai lini kehidupan.
“Perempuan berdaya menitikberatkan pada peran perempuan di berbagai aspek kehidupan. Sedangkan perempuan berkarya adalah implementasi pemikiran yang diwujudkan dalam aksi nyata,” jelasnya.
Ketua Umum PD IPM Selayar, Nurul Wahyuni Ardi, S.Ikom., berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin. Menurutnya, forum seperti ini penting sebagai sarana transfer pengetahuan sekaligus ruang bertumbuh bagi kader IPM di Kepulauan Selayar.
“Ikatan Pelajar Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi jembatan ilmu bagi para kader melalui kegiatan kajian rutin. Ke depan, kegiatan ini bisa dikembangkan lebih besar dengan melibatkan pelajar secara umum, tidak hanya untuk pembinaan kader tetapi juga memperkenalkan IPM kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, IPM harus terus berupaya hadir sebagai organisasi pelajar yang memberikan dampak nyata, khususnya bagi pelajar di Kepulauan Selayar. (NWA/AR)




