![]() |
| Kepala Desa Pamatata, Latunru, ST, Tokoh Masyarakat dan pemilik lahan pembangunan Landmark "SELAYAR" (Photo: AR/Realitynews) |
Kepala Desa Pamatata, Latunru, S.T., mengatakan landmark tersebut telah menjadi identitas baru bagi wilayahnya. Menurutnya, Pemerintah Desa akan menata dan mengembangkan kawasan di sekitar ikon tersebut agar semakin menarik sebagai destinasi singgah bagi wisatawan maupun pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Pamatata.
"Kami sangat mengapresiasi pembangunan Landmark 'SELAYAR' ini. Ke depan, pemerintah desa akan berupaya menata dan mengembangkan kawasan ini agar menjadi objek yang lebih menarik. Ini merupakan bentuk kepedulian TNI AD terhadap kemajuan daerah, khususnya dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar," kata Latunru usai peresmian landmark, Rabu (22/7/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan landmark merupakan milik salah seorang warga Desa Pamatata, Ibu Maro', yang secara sukarela mengizinkan lahannya dimanfaatkan.
"Lokasi ini merupakan milik warga kami atas nama Ibu Maro'. Beliau memberikan izin sehingga pembangunan ikon Selayar dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Desa Pamatata menyebut kehadiran Landmark "SELAYAR" telah membawa dampak positif bagi citra desa. Menurutnya, sejak ikon tersebut berdiri, nama Pamatata semakin dikenal luas, terutama di media sosial karena banyak pengunjung yang mengabadikan momen dan membagikannya.
"Ikon ini menjadi kebanggaan masyarakat Desa Pamatata. Kami siap menjaga, merawat, dan memperindah kawasan di sekitarnya agar tetap nyaman dikunjungi. Kami juga melihat keberadaan landmark ini membuat Desa Pamatata semakin dikenal dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Selayar," ungkapnya.
Landmark "SELAYAR" diresmikan langsung oleh Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., dan dihadiri unsur Dinas Perhubungan, UPP Kelas III Selayar, ASDP, Satpolairud Polres Kepulauan Selayar, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran ikon tersebut diharapkan menjadi simbol baru di pintu gerbang Kabupaten Kepulauan Selayar sekaligus memperkuat promosi daerah sebagai destinasi wisata.
Penulis: Andi Rusman





