![]() |
| Momen panen jagung Arumba di desa Parak (Photo: Istimewa) |
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Selayar, Zulfikri, mengatakan panen perdana tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi BUMDesa lain dalam mengelola potensi desa secara produktif dan berkelanjutan.
“Panen jagung Arumba ini menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan desa, sejalan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” ujar Zulfikri.
Menurutnya, pemanfaatan Dana Ketahanan Pangan melalui BUMDesa merupakan salah satu strategi untuk memastikan program desa tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Forum BUMDesa Kabupaten Kepulauan Selayar, Abdul Razak, menilai panen perdana jagung Arumba BUMDesa Parak sebagai bukti bahwa pengelolaan dana ketahanan pangan di tingkat desa dapat memberikan dampak langsung.
“Kami hadir langsung menyaksikan panen perdana ini. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan dana ketahanan pangan oleh BUMDesa mampu menghasilkan output yang jelas dan dirasakan manfaatnya,” kata Abdul Razak.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah desa, BUMDesa, dan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Abdul Razak juga mendorong desa-desa lain di Kepulauan Selayar untuk mulai mengembangkan budidaya jagung kuning, khususnya varietas Arumba, yang dinilai memiliki nilai ekonomi lebih baik dibandingkan jenis jagung yang selama ini dibudidayakan masyarakat.
Panen perdana jagung Arumba tersebut turut dihadiri jajaran Dinas PMD dan Tenaga Ahli (TA) sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat desa. (*)




