![]() |
| Tampak bagian belakang rumah seorang warga desa Kahu-kahu yang tak pernah tersentuh program perbaikan rumah dari pemerintah (Photo: Istimewa) |
Selama ini, kondisi rumah Tutu tergolong tidak layak huni. Bangunan yang sudah lapuk dengan dinding rapuh dan atap bocor membuat keluarga tersebut harus bertahan dalam keterbatasan, terutama saat hujan dan angin kencang melanda. Letak rumah yang berada di Pulau Gusung, terpisah dan jauh dari pemukiman warga lainnya juga membuat akses terhadap bantuan dan fasilitas dasar menjadi terbatas.
Melalui program unggulan KASAD yakni Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilengkapi pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), Satgas TMMD ke-128 akan membangun kembali rumah Tutu menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan sehat.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TMMD ke-128 di Kepulauan Selayar menjangkau dua desa dan satu kelurahan, yakni Batangmata Sapo, Desa Tamalanrea, serta Desa Kahu-Kahu Utara. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat, termasuk satu sasaran RTLH yang kini dikerjakan di Pulau Gusung.
![]() |
| Tampak depan rumah seorang nelayan kecil tradisional di pulau Gusung jadi target rehab Satgas TMMD 128 Kodim 1415 Selayar (Photo: Istimewa) |
Sebelumnya, kegiatan TMMD telah berjalan di Batangmata Sapo dengan capaian pembangunan yang signifikan melalui kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program kemudian dilanjutkan ke Desa Tamalanrea sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Kini, rangkaian kegiatan berlanjut ke wilayah barat Selayar, tepatnya di Desa Kahu-Kahu Utara, dengan fokus pada program RTLH yang menyentuh langsung kebutuhan warga di wilayah terpencil.
Dandim 1415/Selayar Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., selaku Dansatgas TMMD ke-128, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pemerataan pembangunan dari timur hingga ke barat Selayar.
“TMMD ke-128 ini kami maknai sebagai gerak pembangunan yang menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang sulit diakses seperti Pulau Gusung. Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal,” ujarnya, Minggu, (03/05/2026).
Ia menambahkan, setiap titik pelaksanaan merupakan bagian dari satu kesatuan program yang terencana dan berkelanjutan.
“Kami ingin menghadirkan dampak merata, baik melalui pembangunan fisik maupun penguatan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan program ini,” katanya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat kebersamaan, TMMD ke-128 diharapkan mampu memberikan dampak nyata, terutama bagi warga di wilayah terpencil yang selama ini belum tersentuh pembangunan secara optimal.
Penulis: Andi Rusman





