![]() |
| Personel TNI AD, Kodim 1415/Selayar bersama warga bahu membahu percepat pembangunan jembatan Desa Bonea Timur (Photo: Ist) |
Tahap ini menjadi bagian penting dalam pembangunan karena pondasi akan menentukan kekuatan dan ketahanan jembatan saat menghadapi tingginya debit sungai, terutama ketika musim hujan melanda kawasan tersebut.
Pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh 14 orang yang terdiri atas satu kepala tukang, tiga pekerja, dan 10 personel TNI. Mereka bekerja bersama menyelesaikan setiap tahapan konstruksi dengan mengutamakan kualitas agar jembatan memiliki struktur yang kokoh dan berumur panjang.
Pembangunan jembatan tersebut merupakan upaya menghadirkan akses yang aman bagi masyarakat Dusun Bukit-Bukit Selatan yang selama bertahun-tahun bergantung pada jalur penyeberangan sungai. Saat curah hujan tinggi, aliran sungai yang berasal dari kawasan pegunungan kerap meluap hingga memutus akses transportasi warga.
Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga mengganggu mobilitas anak-anak menuju sekolah, akses warga ke kebun, pasar, fasilitas kesehatan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Bahkan, tidak sedikit warga yang terpaksa mempertaruhkan keselamatan dengan menerobos arus sungai yang deras agar tetap dapat beraktivitas.
Komandan Kodim 1415/Selayar, Letkol Czi Yudo Harianto, mengatakan pembangunan jembatan menjadi bentuk kepedulian agar masyarakat tidak lagi terisolasi saat musim hujan.
"Jembatan ini kita bangun karena kita tidak ingin ada masyarakat yang terisolasi, terutama ketika musim hujan tiba dan luapan air sungai menghambat aktivitas warga. Akses masyarakat harus tetap terbuka, baik untuk bekerja, ke pasar, ke kebun maupun untuk anak-anak pergi ke sekolah," ujar Yudo saat meninjau lokasi pembangunan.
Menurutnya, keberadaan jembatan juga akan memperkuat konektivitas antar wilayah sekaligus menjamin kelancaran distribusi logistik ke pemukiman warga. Selama ini, ketika akses terputus akibat banjir, masyarakat harus menunggu air surut sehingga aktivitas dan pasokan kebutuhan sehari-hari ikut terganggu.
"Kita berharap dengan adanya jembatan beton nanti, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan lancar. Tidak ada lagi warga yang harus menunggu air surut atau mengambil risiko melintasi arus yang deras. Kita akan terus mendorong agar pembangunan ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," katanya.
Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI, masyarakat, tenaga kerja, dan berbagai pihak lainnya. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan keselamatan warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan akses pendidikan di Desa Bonea Timur. (*)




