![]() |
| Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra meminta publik membaca buku Islam ala Prabowo secara utuh (Photo: Ist) |
Yusril mengatakan tidak terlibat dalam penerbitan buku itu. Ia menyebut perannya hanya sebagai narasumber yang diwawancarai oleh tim penyusun.
Buku yang mengulas cara Presiden Prabowo Subianto menjalankan ajaran Islam tersebut pertama kali terbit pada April 2025. Buku itu kemudian diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025 dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Rakornas BAZNAS).
Pernyataan Yusril muncul di tengah perhatian publik terhadap judul dan isi buku tersebut. Ia menilai masyarakat kerap membentuk penilaian terhadap sebuah karya hanya berdasarkan judul atau potongan informasi yang beredar.
Menurut Yusril, cara seperti itu dapat melahirkan tafsir yang berbeda dari konteks yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membaca sebuah karya secara utuh sebelum memberikan penilaian.
Hal tersebut, kata dia, terutama berlaku terhadap buku yang memiliki karakter akademik. Isi dan konteks pembahasan perlu menjadi dasar dalam memahami maupun menilai sebuah karya, bukan semata-mata judul atau bagian tertentu yang dikutip secara terpisah.
Yusril menegaskan bahwa keterlibatannya dalam buku Islam ala Prabowo sebatas memberikan keterangan sebagai narasumber kepada tim penyusun. Ia tidak ikut dalam proses penerbitan buku tersebut.
Buku tersebut mengangkat pembahasan mengenai praktik dan pemahaman keislaman Prabowo Subianto. Kehadirannya kemudian menjadi salah satu topik yang menarik perhatian publik. (Red)




